RSS

Usul Brilian dari Angola

Ini yang menurut saya masukan sesungguhnya untuk cause. Untuk memudahkan mengeditnya bagian yg berisikan masukan saya pisahkan dengan pengantar dari Franciscus Boetje Sinartio dari Angola.

Mengenai definisi mana yang masuk gizi buruk, saya kira sudah ada semacam "standard". Di cause kita ini kan banyak dokter dan ahli gizi, mungkin kita bisa dapat masukan dari standard yang biasa dipakai.
saya hanya mau coba memberi masukan apa saja yang bisa kita lakukan, dengan menggunakan kelebihan kita yaitu network kita yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan ada juga di luar negeri. Kita bisa bergerak sendiri sendiri, bisa bersama sama. Dan kalau perlu dikoordinir dari cause ini.
Oh ya, gizi buruk itu bisa juga karena yang diperlukan badan lebih daripada yang diterima oleh badan. jadi bisa berbeda untuk setiap situasi/orang.
Sebagai penutup, saya mau tanya kekurangan air bersih apa dianggap kekurangan gizi juga? kalau iya berarti pencegahannya harus kita masukkan dalam kegiatan kita mohon diskusinya, supaya kita bisa perbaiki, dan kita pilih yang mana yang bisa kita lakukan bersama.

Bagaimana usulannya?

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on 05/03/2009 in Gizi Buruk, Kesehatan

 

Tags:

Diskusi Gizi Buruk dan Kemiskinan

Tulisan berikut adalah dari Razaq Manan Ahmad di Causes Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015

plurker04 Gizi buruk merupakan ancaman besar, tidak hanya bagi negara kita, tapi juga bagi dunia. Anda pasti sadar, gizi buruk memiliki korelasi yg sangat erat dan saling mempengaruhi dgn kemiskinan. Korelasi kemudian ini, kemudian coba dikonsepkan dan hasilnya keluarlah sebuah konsep yang dinamakan Cycle of Poverty (Lingkaran Kemiskinan).
Dalam konsep tersebut, hanya ada 2 variabel ; yakni poverty (kemiskinan) dan malnutrition (gizi buruk). Dan bagi banyak pihak, untuk menghancurkan kelangsungan "Cycle of Poverty" tersebut, kunci utamanya adalah dengan mengatasi permasalahan malnutrisi di tingkat balita dan anak-anak.
Balita dan anak-anak adalah masa depan bangsa. Generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah kita meletakkan masa depan bangsa ini. Apa jadinya bangsa ini bila balitanya menderita malnutrisi????
Jika seorang balita ato anak2 menderita malnutrisi, maka dapat diprediksi IQ nya akan lebih rendah, kemampuan belajarnya rendah, kecerdasannya rendah, dan kesehatannya pun rendah. Hal-hal demikian ini, bila dibiarkan akan semakin membuat bangsa ini semakin miskin. Karena, balita dan anak penderita malnutrisi ini, bila tidak ditangani secara cepat dan tepat, di masa dewasanya ia akan menjadi dewasa dengan tingkat produktivitas yg rendah dan tingkat kesehatan yg rendah. Dengan tingkat produktivitas dan kesehatan yg rendah itu, maka dapat dipastikan ia akan memperoleh penghasilan yg rendah itu. Penghasilan yg rendah akan semakin menjerumuskannya pada kemiskinan.
Kemudian apabila dia berkeluarga dan memiliki anak, tentunya penghasilan rendah yg didapatnya tak akan mampu membelikan makanan yg cukup nutrisi bagi keluarganya. Ini tentunya akan membuat anak-anaknya menjadi penderita malnutrisi pula.
Dan hal ini akan terus berlanjut sampe kapanpun bila kita tidak segera melakukan intevensi nutrisi untuk menanggulangi malnutrisi tersebut.  So, jika sebuah bangsa ingin membebaskan rakyatnya dari kemiskinan, maka bebaskan rakyatnya dulu dari permasalahan malnutrisi.

Kita Lanjutkan Diskusinya ..

 
5 Comments

Posted by on 04/03/2009 in Gizi Buruk, Kesehatan

 

Tags: , ,

Diskusi Penanganan Gizi Buruk

IBGB2015-kecilPemaparan berikut diambilkan dari Diskusi Tatalaksana Balita Gizi Buruk Bagi Petugas Puskemas Propinsi Jawa Timur di Sidoarjo 13 – 14 November 2008.

Perlu dimaklumi bahwa fakta di lapangan menyatakan anak yang kemudian menderita gizi buruk sebenarnya kebanyakan dilahirkan dengan berat badan normal. Tidak sama dengan perkiraan sebagian besar orang bahwa balita gizi buruk kebanyakan dilahirkan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Seorang anak yang gizi buruk juga pada umumnya bukan pengunjung tetap posyandu. Ketidakhadiran di Posyandu karena adanya Hambatan Sosial. Misalnya perasaan risih ke posyandu, kedua orangtua bekerja dan beberapa masalah serupa itu.

Di sebagian besar masalah gizi buruk, penderita hanya akan “muncul” di pelayanan kesehatan pada saat menderita ISPA (batuk pilek) atau Diare. Dan untuk menemukan balita yang tidak dibawa ke Posyandu sangat memerlukan kunjungan rumah. Selanjutnya bagaimana dengan penanganannya ?

 
31 Comments

Posted by on 04/03/2009 in Gizi Buruk, Kesehatan

 

Tags:

Gizi Buruk kok dari Keluarga Mampu

Memang sulit kalo yang namanya gizi buruk karena sebab-sebab sosial di masyarakat, maka pasti tidak akan sama dengan persamaan yang umum terjadi : Keluarga Miskin –> Asupan Kurang –> Gizi Buruk. Kemaren ini contohnya saya menerima pasien An. J, perempuan, 13 bulan, BB = 6 kg, TB = 67,8 cm. Kalau dimasukkan ke dalam perhitungan BB/U-nya sudah masuk dalam Gizi Buruk (sedangkan untuk BB/TB masuk dalam kriteria Kurus. Anak memang kurus kering, mulai dari truncus (=badan), ekstremitas (tangan dan kaki) dan menyisakan lemak di sekitar mata dan pipi saja yang masih terlihat agak berisi. Anak ini sudah tergolong marasmus. terusin ceritanya ..

 
15 Comments

Posted by on 06/01/2009 in Gizi Buruk, Kesehatan

 

Tags: