RSS

Apa terlalu mengobati daripada mencegah?

22 Mar

Hallo Pak Agus, salam Kenal. Permasalahan gizi buruk jelas tanggungjawab pemerintah dan juga masyarakat. Saya menyoroti dari aspek pemerintah saja dulu, khususnya programnya. Pendekatan utama yang dijalankan selama ini belum tepat. Pemerintah, termasuk petugas kesehatan terfokus pada pendekatan kuratif dan rehabilitatif, sehingga aspek pencegahan dan peningkatan kesehatan sering terabaikan atau dilaksanakan tidak optimal. Saya sangat yakin jika program diarahkan lebih banyak pada kegiatan tersebut, secara signifikan akan mengurangi masalah.

Hallo juga mas Rahardjo, 
Seperti saya sebutkan penyebab dan penanggulangan gizi buruk memang multifaktorial dan multisektoral. Gerakan bersama akan mengentaskan dari kemiskinan dan juga akan menghilangkan gizi buruk selamanya dari bumi Indonesia.

Saya paham kenapa Mas Rahardjo bilang begitu .. karena memang kami kebagian jadi keeper dalam acara pertandingan melawan gizi buruk ini .. tugas kesehatan adalah di bagian yang sudah kelolosan dari bek .. tugasnya petugas adalah memang lebih fokus pada kuratif dan rehabilitatif. Dan itu memang langsung mencuat karena biasanya lekat dengan pemberitaan kasus.

Tapi sebenernya kita juga ada kok yang diutus jadi striker atau gelandang serang lah .. jadi agen promosi .. mari ambil contoh kegiatan-kegiatan seperti pencarian dan pemberdayaan masyarakat :
ngga kurang dari desa siaga, forum kesehatan masyarakat, badan pembina puskesmas, dan terlebih lagi kader dan toma (tokoh masyarakat) di desa telah dijadikan sasaran pemberdayaan agar cepat diketemukan kasus-kasus yang tersembuyi, kegiatan seperti Penilaian Status Gizi, Penilaian Konsumsi Gizi, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi berada di tataran ini.

Agak lebih jauh ke depan kita punya promosi-promosi seperti konseling dan promosi ASI Eksklusif, Penggalakan Pemberian suplemen, Penggunaan Garam Beriodium, Menu Gizi Seimbang yang dipromosikan melalui konsep Keluarga Sadar Gizi. Juga kita punya kegiatan pemberdayaan di keluarga miskin dengan Positive Deviance (UI punya webpagenya) dan juga penggalakan MP ASI menu lokal ..

Memang tidak bisa main sendirian .. penyerang dan gelandang lain harus terlibat ngoper bola dan bermain kalo ngga pengen keeper diserang terus dan akhirnya kebobolan ..
Ketahanan Pangan harus bisa menjamin pasokan, Pertanian dengan beberapa program pemberdayaan petani mestinya bisa meningkatkan kemampuan petani dan hasil tani, Perdagangan, Industri dll juga harusnya terus menjaga agar tingkat pengangguran tidak melorot, inflasi tidak merajalela, daya beli menurun dan harga bahan pokok melonjak. Pendidikan juga tidak hanya bertujuan meningkatkan gaji guru saja, tapi memperhatikan murid juga. Kalo ngga 20% APBN hanya akan jadi bangunan dan guru dari murid-murid idiot, rite ? Bapak Bupati dan Pak Wali harus yang paling ngerti sendiri tentang indikator ini .. kalo ngga sektor lain tidak akan sinambung dengan kerja kesehatan. Disini fungsi kaptennya harus jalan ..

Saya rasa setiap sektor sekarang pasti bisa berdebat disini tentang kontribusi .. tapi apakah kita sudah satu tujuan bersama itu yang jadi masalah .. Jadi mendebat pernyataan bahwa apakah kita terfokus jawabannya YA dan TIDAK. Ya karena memang sudah itu tugasnya. Tidak karena kita sebenarnya sudah memulai sejak lama upaya penanggulangan lainnya. Pertanyaannya adalah komprehensif atau tidak .. 

post ini dibuat dengan windows live writer ® yg dapat anda temukan di blog pom | hkn | idi | pkm

 
8 Comments

Posted by on 22/03/2009 in Gizi Buruk, Kesehatan

 

Tags: ,

8 responses to “Apa terlalu mengobati daripada mencegah?

  1. LuxsMan

    22/03/2009 at 17:16

    kata PAk ustad, biar pinter nanti kalo jadi ibu jangan lupa memberi ASI eksklusif dua tahun……, biar pinter katanya…

     
  2. darwadi

    22/03/2009 at 17:28

    keren dok,,, bener2 ngena,,

    taktik dan strateginya pake formasi berapa dok, hehehehe :p

     
    • draguscn

      22/03/2009 at 17:43

      4-4-2 .. standar MU ..
      4 bek : dinas sosial, dinas pendapatan, bulog dan disperindag
      4 gelandang : bappemas, BKKBN, pertanian dan serikat pekerja atau BKD utk PNS
      2 striker : Pemberdayaan perempuan dan PKK (walaah penyerangnya kok wanita semua)

      Kipernya jelas Dinas Kesehatan dan RS (lho kok berdua? paksain aja biar ngga kebobolan) ..

      wah ini masih banyak yang di bangku cadangan .. hahaha ngaco-ngaco ..

       
      • darwadi

        23/03/2009 at 07:54

        “Kalo ngga 20% APBN hanya akan jadi bangunan dan guru dari murid-murid idiot”

        sepakat dok, disni peran aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan, istilah kata, dari unsur air yang kokoh bisa menjadi kan sesuatu yang baru jika “dipanaskan”, yaitu uap[bener g sih? heheheeheheh]. Dan dari formasi di atas, bisa digambarkan, unsur air yang “seharusnya” kuat bisa menghasilkan “kekuatan” baru. Menurut saya, “panas” yang bisa menjadikan formasi itu menjadi uap adalah situasi yang ada yaitu kesadaran.
        soal penyerang wanita semua, egaliter buat kemajuan bersama.

         
      • draguscn

        23/03/2009 at 16:55

        Wekekek bisa aja ..ok
        MAJUUUUUUU KAPAL UAP MAJUUUUUU

         
  3. pandi merdeka

    22/03/2009 at 22:54

    wakakak.. ndak apa om formasinya maksain yang penting nggak bobol..

     
    • draguscn

      23/03/2009 at 05:54

      Hehehe iya .. moga-moga membicarakan gizi buruk bisa jadi lebih menyenangkan ..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: