RSS

Diskusi Gizi Buruk dan Kemiskinan

04 Mar

Tulisan berikut adalah dari Razaq Manan Ahmad di Causes Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015

plurker04 Gizi buruk merupakan ancaman besar, tidak hanya bagi negara kita, tapi juga bagi dunia. Anda pasti sadar, gizi buruk memiliki korelasi yg sangat erat dan saling mempengaruhi dgn kemiskinan. Korelasi kemudian ini, kemudian coba dikonsepkan dan hasilnya keluarlah sebuah konsep yang dinamakan Cycle of Poverty (Lingkaran Kemiskinan).
Dalam konsep tersebut, hanya ada 2 variabel ; yakni poverty (kemiskinan) dan malnutrition (gizi buruk). Dan bagi banyak pihak, untuk menghancurkan kelangsungan "Cycle of Poverty" tersebut, kunci utamanya adalah dengan mengatasi permasalahan malnutrisi di tingkat balita dan anak-anak.
Balita dan anak-anak adalah masa depan bangsa. Generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah kita meletakkan masa depan bangsa ini. Apa jadinya bangsa ini bila balitanya menderita malnutrisi????
Jika seorang balita ato anak2 menderita malnutrisi, maka dapat diprediksi IQ nya akan lebih rendah, kemampuan belajarnya rendah, kecerdasannya rendah, dan kesehatannya pun rendah. Hal-hal demikian ini, bila dibiarkan akan semakin membuat bangsa ini semakin miskin. Karena, balita dan anak penderita malnutrisi ini, bila tidak ditangani secara cepat dan tepat, di masa dewasanya ia akan menjadi dewasa dengan tingkat produktivitas yg rendah dan tingkat kesehatan yg rendah. Dengan tingkat produktivitas dan kesehatan yg rendah itu, maka dapat dipastikan ia akan memperoleh penghasilan yg rendah itu. Penghasilan yg rendah akan semakin menjerumuskannya pada kemiskinan.
Kemudian apabila dia berkeluarga dan memiliki anak, tentunya penghasilan rendah yg didapatnya tak akan mampu membelikan makanan yg cukup nutrisi bagi keluarganya. Ini tentunya akan membuat anak-anaknya menjadi penderita malnutrisi pula.
Dan hal ini akan terus berlanjut sampe kapanpun bila kita tidak segera melakukan intevensi nutrisi untuk menanggulangi malnutrisi tersebut.  So, jika sebuah bangsa ingin membebaskan rakyatnya dari kemiskinan, maka bebaskan rakyatnya dulu dari permasalahan malnutrisi.

Cycle Of PovertyMenarik apa yang dikemukakan Razaq .. memang harus diakui bahwa yang namanya kemiskinan lekat dengan kompetensi sumberdaya manusianya sebaliknya kompetensi bagaimana mau berkembang kalo membiayai makan saja sudah kesulitan.
Menurut saya ini bukan lingkaran tunggal .. bagaimanapun kelak pendidikan, pengembangan kemandirian, pertanian, ketahanan pangan, bahkan penegakan hukum (dalam kasus-kasus KDRT) akan punya lingkaran yang terkait ..

Tugas kami sebagai tenaga kesehatan sebenarnya selain menjaga kemungkinan kasus gizi buruk dan kesakitan pada usia ini yang terus merongrong balita kita adalah juga memastikan bahwa anak yang memasuki usia sekolah dihantarkan sampai pada potensiya yang maksimal. Itulah sebabnya di dalam usia balita dan anak usia pra sekolah (APRAS) ada yang dinamakan program pemantauan tumbuh kembang anak. Ini adalah proses yang dijalani anak dan orangtua untuk menjamin optimalisasinya.

Kenapa ini harus dilakukan?

Karena proses berkembangnya otak manusia mengikuti hal berikut, 30% berkembang di dalam rahim, dan pada usia 6 tahun dia akan mencapai 95% volume otak dewasa. Bila kita memberikan support untuk otak ini setelah usia 6 tahun kita hanya memberikan dukungan perkembangan otak ini sebanyak 5% sampai perkembangannya maksimal di usia dewasa. Tapi bila kita memperhatikan yang 95% itu dengan lebih baik maka kita akan mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan otak anak yang optimal.

Bagaimana cara melakukannya ?

Dua hal yang dilakukan otak untuk menjadi optimal adalah tumbuh dan berkembang. Untuk tumbuh otak memerlukan zat gizi – tidak kekurangan paling tidak; kalaupun tidak diberikan yang mendukung proses pertumbuhan lebih baik. Itulah sebabnya saat ini banyak makanan difortifikasi dengan DHA, AA, EPA dll. Meskipun kita juga tetap bisa mendapatkannya dengan cara yang alami.

Untuk berkembang otak memerlukan stimulasi. Rangsangan. Cara mudah memahaminya begini .. otak mengatur gerakan sederhana seperti memegang kelereng. Bayi – baduta yang sering melatih jari-jarinya memegang benda sebesar kelereng akan lebih mahir daripada yang tidak dilatih. Dan ini tidak saja berlaku pada gerakan halus tadi tapi juga terhadap gerak kasar seperti berdiri, duduk dan berjalan, meloncat dll. Juga terhadap kemampuan bicara dan bahasa. Yang diajak aktif berbicara pasti akan lebih berpotensi kemampuan bicara dan bahasanya lebih baik. Juga terhadap kemandirian dan sosialisasi. Bayi – baduta – batita – balita yang punya teman bermain pasti akan lebih cerdas daripada yang dibiarkan telantar sendirian. Got it? Karena itu dalam proses stimulasi ada 4 faktor yang harus diperhatikan gerak kasar – gerak halus – bicara & bahasa serta kemandirian & sosialisasi

Kenapa otak yang harus kita perhatikan?

Ini disebabkan karena pada organ otaklah tersimpan potensi yang memungkinkan kita menjadi makhluk yang cerdas-mandiri atau terus bodoh dan tergantung pada lingkungan sekitar kita. Ya itu sudah diciptakan begitu dari sononya .. Jadi kalo ada yang bicara wah sudah ditakdirkan pintar itu sangat menggelikan. Allah memberikan kemampuan memilih hanya kepada manusia dan dia pasti tidak akan mendzalimi hak manusia ini. Kalau dikatakan bahwa segala sesuatu ditakdirkan, saya percaya itu diberikanNya dalam kondisi yang dinamis sebagai mana otak manusia. Jika kita memilih memberikan makanan dan memberikan stimulasi yang cukup adekuat pada anak maka otaknya akan tumbuh berkembang dengan baik. Begitu pula sebaliknya Dan itu akan memberikan kecerdasan yang kelak akan memudahkannya menyerap ilmu pengetahuan di bangku sekolah.
Itulah sebabnya masa perkembangan otak dari mulai dalam perut ibu sampai dengan usia 6 tahun ini disebut GOLDEN PERIOD.

Nah masihkah kita akan membiarkan balita kita tidak berkembang optimal?

post ini dibuat dengan windows live writer ® yg dapat anda temukan di blog pom | hkn | idi | pkm

Related Posts

 
5 Comments

Posted by on 04/03/2009 in Gizi Buruk, Kesehatan

 

Tags: , ,

5 responses to “Diskusi Gizi Buruk dan Kemiskinan

  1. smartkoko

    04/03/2009 at 09:31

    seharusnya koruptor tuh pada baca yang beginian. gara2 korupsi yang merajalela dimana-mana, hak rakyat tidak terpenuhi.

    yang miskin makin miskin. yang bodoh susah jadi pintar. tobat deh tobat…

     
    • draguscn

      04/03/2009 at 10:05

      Hahaha iya kali ..
      berarti termasuk dalam salah satu lingkaran yach .. peran menurunkan jumlah korupsi agar gizi buruk bisa terdanai ..😀

       
  2. Khrisna

    06/03/2009 at 09:11

    salam. saya ingin turut menyebarluaskan tentang diskusi ataupun artikel penanganan Gizi Buruk di Indonesia.
    tetapi karena keterbatasan pengetahuan dan tidak pandai menulis, maka bila diperkenankan saya akan memasukkan artikel-artikel dari blog ini ke tempat saya. tentu saya dengan link sumber dari sini.
    terima kasih sebelumnya.

     
    • draguscn

      06/03/2009 at 09:47

      silahkan mas khrisna .. Ngga ada masalah .. Semakin menyebar pembicaraan ttg gizi buruk makin baik ..

       
    • draguscn

      06/03/2009 at 09:49

      silahkan mas khrisna, ngga ada masalah .. Semakin menyebar pembicaraan masalah gizi buruk ini makin baik ..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: