<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015</title>
	<atom:link href="http://giziburuk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giziburuk.wordpress.com</link>
	<description>Mencoba menyehatkan anak bangsa ..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 14:56:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='giziburuk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/5815eba4a40a93d1a661540978153071?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://giziburuk.wordpress.com/osd.xml" title="Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015" />
	<atom:link rel='hub' href='http://giziburuk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penyebab Malnutrisi</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2011/03/01/penyebab-malnutrisi/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2011/03/01/penyebab-malnutrisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 12:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Gizi Buruk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://giziburuk.wordpress.com/2011/03/01/penyebab-malnutrisi/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah diagram resmi tentang penyebab terjadinya Gizi Buruk yang dianut oleh instansi pemerintah yang menggunakan kebijakan yang sama dalam menanggulangi gizi buruk. Penjelasannya gini .. Krisis politik dan ekonomi yang terjadi menyebabkan meningkatnya kemiskinan disertai dengan pendidikan rendah, menurunnya ketersediaan pangan  dan kesempatan kerja. Pengangguran meningkat, cari makan makin susah, biaya pendidikan meningkat – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2025&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="bit.ly/giziburuk"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;padding-top:0;border-width:0;" title="Untuk mendapatkan Presentasi mengenai Gizi Buruk di Puskesmas kami silahkan klik image ini .. Terimakasih" src="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/gizi-buruk.jpg?w=420&#038;h=326" alt="Gizi Buruk, Penyebab Malnutrisi" width="420" height="326" border="0" /></a></p>
<p align="justify">Ini adalah diagram resmi tentang penyebab terjadinya Gizi Buruk yang dianut oleh instansi pemerintah yang menggunakan kebijakan yang sama dalam menanggulangi gizi buruk. Penjelasannya gini ..</p>
<blockquote>
<p align="justify">Krisis politik dan ekonomi yang terjadi menyebabkan meningkatnya <strong>kemiskinan</strong> disertai dengan <strong>pendidikan rendah, </strong>menurunnya <strong>ketersediaan pangan</strong>  dan <strong>kesempatan kerja. </strong></p>
</blockquote>
<p align="justify">Pengangguran meningkat, cari makan makin susah, biaya pendidikan meningkat – yang mampu membeli pendidikan berkualitas hanya yang tidak terlibas krisis. Di desa sudah jamak kalo orangtua mengawinkan anak setelah lulus SMP. Sehingga ibu-ibu baru adalah ibu-ibu yang belum siap untuk momong anak. Ibu-ibu yang belum cukup mendapatkan <em>pembekalan</em> <strong> </strong>tentang berumah-tangga, bagaimana merawat anak, bagaimana berkomunikasi dengan suami.</p>
<p align="justify">Di tempat saya bertugas sekarang, masih banyak terjadi perkawinan siri anak perempuan usia di bawah 16 tahun. Mereka kadang menggunakan KTP orang lain untuk bisa diloloskan menikah oleh KUA. Bayangkan, lahir batin belum siap untuk punya anak. Ditambah lagi status sosial yang berada dibawah garis kemiskinan. Lengkap sudah. Kurang makan di rumah. Ibu ngga bisa ngasuh anak. Lingkungan kotor.</p>
<p align="justify">Kekurangan makanan yang bergizi dan pola asuh ibu baru yang tidak memperhatikan kecukupan gizi – terkadang malah bekerja dibanding ngurus anak – lambat laun akan mengakibatkan rendahnya asupan gizi dari yang seharusnya diterima anak. Begitu pula lingkungan yang tidak memadai untuk tinggal, seadanya ditambah dengan ketidaktahuan ibu muda dalam hal kesehatan akan meninggikan kemungkinan terjadinya infeksi pada bayi dan anak.</p>
<h2 align="justify">KURANGNYA ASUPAN</h2>
<p align="justify">Anak seharusnya mendapatkan cukup makanan yang bergizi, kalori dari karbohidrat untuk beraktivitas, dan protein sebagai pembangun badan. Bukan hanya menjadi otot, tapi yang lebih penting, <strong>otak</strong>. Ketidakmampuan badan membentuk otak ini tidak hanya tercermin dari kurangnya <em>head circumference </em>(lingkar kepala) akan tetapi juga dari kenyataan bahwa fungsinya akan berkurang. Ini yang berat. Kalaulah cuma kurang se-ons kemudian ditambah nanti balik lagi ngga masalah. Akan tetapi karena ada beberapa yang berdampak di masa depan, ini yang membuat kita akan mengenal istilah <em>lost generation</em>.</p>
<p align="justify">Terlebih pada saat balita anak sedang aktif-aktifnya. Untuk asupan anak normal saja seharusnya juga barangkali sudah kurang. Apalagi balita dengan kurang gizi. Mula-mula memang kekurangan tidak terlihat, namun lambat laun bila terjadi kekurangan asupan zat gizi makro (protein, karbohidrat dan lemak) maka otot sebagai sumber protein mulai dipecah. Mulai dari anggota gerak, badan sampai bokong, dan terakhir kepala. Di blog ini terlihat pada blavatarnya.</p>
<h2 align="justify">INFEKSI</h2>
<p align="justify">Terjadinya infeksi akan meningkatkan penggunaan zat gizi yang seharusnya digunakan untuk badan. Karena kuman menumpang hidup dalam badan kita maka anak yang terkena infeksi akan membutuhkan lebih banyak lagi zat gizi untuk berbagi dengan kuman. Badan makin lama makin kurus. Protein yang harusnya digunakan untuk membentuk antibodi diambil oleh kuman. Dan tentu saja makin terjadi kekurangan yang nyata.</p>
<p align="justify">Mulailah terjadi gangguan pertumbuhan, ini bisa dideteksi sederhana dengan menggunakan <a href="http://balitakami.wordpress.com/2008/11/02/alat-hitung-status-gizi-balita/">KARTU MENUJU SEHAT (KMS</a>). Pada KMS akan terlihat menyebrang pita warna (T1), Tetap tidak bertambah (T2) atau malah turun (T3). Untuk ketiga jenis gangguan pertumbuhan ini masih bisa tumbuh kejar. Bila belum menyeberang ke bawah garis merah (BGM).</p>
<p align="justify">Bila sudah BGM akan terus memburuk dengan menjadi Malnutrisi Akut (Kurus / z-score &lt;-2). dan bila terus memburuk akan menjadi Gizi Buruk (Sangat Kurus / z-score ≤-3).<img class="wlEmoticon wlEmoticon-sicksmile" style="border-style:none;" src="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/wlemoticon-sicksmile.png?w=645" alt="Sick smile" /></p>
<p><img style="border-style:none;margin:5px 10px 5px 0;" title="draguscn" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&amp;h=48" alt="dragus.cn, other pieces of mine" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/2025/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/2025/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2025&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2011/03/01/penyebab-malnutrisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.808399 113.395610</georss:point>
		<geo:lat>-7.808399</geo:lat>
		<geo:long>113.395610</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/gizi-buruk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untuk mendapatkan Presentasi mengenai Gizi Buruk di Puskesmas kami silahkan klik image ini .. Terimakasih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/wlemoticon-sicksmile.png" medium="image">
			<media:title type="html">Sick smile</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#38;h=48" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Presentasi Gizi Buruk</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2011/02/27/presentasi-gizi-buruk/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2011/02/27/presentasi-gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 14:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://giziburuk.wordpress.com/2011/02/27/presentasi-gizi-buruk/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2009, Presentasi Power Point ini pernah saya bawakan di depan teman-teman Kepala Puskesmas, meski presentasinya tergolong berhasil memperlihatkan bagaimana sbenernya penanggulangan gizi buruk yang standar tapi saya lihat gerakan teman-teman di tingkat puskesmas jauuuuh sekali dari harapan saya sebelumnya pada saat membuat ini. Sebagian besar karena di Kabupaten kami sudah sulit menggunakan dana untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2029&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bit.ly/giziburuk"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;padding-top:0;border-width:0;" title="image" border="0" alt="image" src="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/image.png?w=404&#038;h=304" width="404" height="304"></a></p>
<p align="justify">Tahun 2009, Presentasi Power Point ini pernah saya bawakan di depan teman-teman Kepala Puskesmas, meski presentasinya tergolong berhasil memperlihatkan bagaimana sbenernya penanggulangan gizi buruk yang standar tapi saya lihat gerakan teman-teman di tingkat puskesmas jauuuuh sekali dari harapan saya sebelumnya pada saat membuat ini. </p>
<p align="justify">Sebagian besar karena di Kabupaten kami sudah sulit menggunakan dana untuk melakukan PMT Pemulihan. Mungkin demikian juga untuk sebagian besar lainnya. Karena itu saya share presentasi saya waktu itu disini. Dan dengan tambahan beberapa foto-foto pelaksanaan. Silankan download disini ..</p>
<p align="justify"><a href="http://bit.ly/giziburuk"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;padding-top:0;border-width:0;" title="Presentasi Gizi Buruk dalam file PDF" border="0" alt="Gizi Buruk" src="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/adobe-reader-10-versi-terbaru.png?w=100&#038;h=100" width="100" height="100"></a></p>
<p>Oya untuk yang membutuhkan software seperti di bawah ini silahkaan menuju kesini .. <a href="http://balitakami.wordpress.com/2011/02/25/who-antro-2009-program-antropometri-2/">Update WHO Antro 2011 – Program Antropometri</a>. </p>
<p><a href="http://balitakami.wordpress.com/2011/02/25/who-antro-2009-program-antropometri-2/"><img style="background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;padding-top:0;border-width:0;" title="Sila melihat Program ini .." border="0" alt="Gizi Buruk, WHO, Anthro, " src="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/image1.png?w=148&#038;h=200" width="148" height="200"></a></p>
<p><img style="border-bottom-style:none;border-right-style:none;border-top-style:none;margin:5px 10px 5px 0;" title="draguscn" alt="dragus.cn, other pieces of mine" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&amp;h=48"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/2029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/2029/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2029&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2011/02/27/presentasi-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/image.png" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/adobe-reader-10-versi-terbaru.png" medium="image">
			<media:title type="html">Presentasi Gizi Buruk dalam file PDF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://giziburuk.files.wordpress.com/2011/03/image1.png" medium="image">
			<media:title type="html">Sila melihat Program ini ..</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#38;h=48" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lihatlah: &quot;Anak-Anak Kelaparan&quot;</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/22/lihatlah-anak-anak-kelaparan/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/22/lihatlah-anak-anak-kelaparan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 11:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/22/lihatlah-anak-anak-kelaparan/</guid>
		<description><![CDATA[Lefidus Malau menulis tulisan panjang ini .. Kelaparan yang mengakibatkan gizi buruk dan kurang gizi seperti yang diderita anak-anak di NTB, NTT, Papua, Lampung dan berbagai wilayah lainnya bukanlah kejadian yang tiba-tiba muncul di Indonesia. Berbagai survei, penelitian dan berita media massa selalu mengulang laporan yang mengungkap kondisi bayi dan anak balita yang menderita kelaparan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2006&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lefidus Malau</strong> menulis tulisan panjang ini ..</p>
</p>
<p> <span id="more-2006"></span>
</p>
<p style="border-right:gray 0 solid;border-top:gray 2px solid;border-left:gray 0 solid;border-bottom:gray 2px solid;background-color:#ffffff;margin:1ex;padding:1ex;" align="justify"><img title="kelaparan" style="display:inline;border-width:0;margin:0 0 0 10px;" height="175" alt="kelaparan" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/kelaparan.jpg?w=234&#038;h=175" width="234" align="right" border="0" /><font face="Tahoma">Kelaparan yang mengakibatkan gizi buruk dan kurang gizi seperti yang diderita anak-anak di NTB, NTT, Papua, Lampung dan berbagai wilayah lainnya bukanlah kejadian yang tiba-tiba muncul di Indonesia. Berbagai survei, penelitian dan berita media massa selalu mengulang laporan yang mengungkap kondisi bayi dan anak balita yang menderita kelaparan di berbagai wilayah Indonesia. Tengoklah data BPS tahun 1999, yang menyebutkan bahwa dari total 19.941.528 anak balita, yang menderita gizi buruk dan kurang gizi ada sebesar 5.256.587 anak Balita (BPS, Susenas 1989-2000). Pada tahun 1999, dikabarkan tentang ribuan bayi dan anak balita menderita gizi buruk di Sumatera Barat. Entah berapa yang menderita busung lapar atau marasmus kwarshiorkor. Kematian akibat busung lapar juga bukan kejadian yang baru.      <br />Penelitian untuk menyusun desertasi yang dilakukan dr. Saptawati Bardosono Msc tentang status gizi balita di tiga daerah miskin di Indonesia (pedesaan Alor-Rote di NTT, Banggai di Sulawesi Tengah dan kawasan miskin Jakarta) dari Januari 1999-Januari 2001 menggambarkan buruknya status gizi anak-anak di Indonesia (Kompas, 21 Februari 2003). Perbandingan antara temuan penelitian tersebut dengan kondisi anak-anak berbagai negara yang dikenal sebagai wilayah bencana di bumi ini sangat mengejutkan. Prevalensi wasting (kurus/rendahnya berat badan terhadap tinggi badan) di semua daerah penelitian melebihi 20 persen. Kondisi ini jauh lebih buruk dari keadaan di Afrika Barat (16 persen) dan Asia Tengah bagian Selatan (15 persen) pada tahun 1996. Menurut WHO, angka kematian akan meningkat secara nyata jika prevalensi wasting lebih dari lima persen (5%).<br />Lebih lanjut, penelitian itu menemukan tingkat keparahan stunting (pendek/rendahnya tinggi badan terhadap usia) di semua daerah penelitian (tahun 1999-2000) lebih tinggi dibanding kondisi Kongo saat devaluasi mata uang Afrika tahun 1994. Prevalensi stunting anak balita di pedesaan Alor-Rote (48 persen) menyamai prevalensi stunting di Afrika Timur (48 persen) dan melebihi Asia Tengah bagian Selatan (44 persen) pada tahun 2000. Keadaan Alor-Rote lebih buruk dari Sudan setelah kekeringan tahun 1983-1985. Prevalensi stunting kawasan miskin Jakarta 26 persen dan Banggai (Sulawesi Tengah) 28 persen. Stunting meningkatkan angka kematian, menurunkan fungsi kognisi dan intelektual serta meningkatkan resiko penyakit degeneratif seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Selanjutnya, prevalensi Anemia anak balita di Alor-Rote (75 persen) mirip Asia Tengah bagian Selatan. Sedangkan Banggai (52 persen) mirip Afrika Barat (56 persen) dan Jakarta (68 persen) polanya antara Afrika Timur dan Asia Tengah Bagian Selatan. Anemia berkait erat dengan proporsi angka kesakitan anak (infeksi saluran pernafasan, demam, diare) akibat rendahnya asupan makanan sebagai sumber zat besi.  <br /><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 15px 0 0;" height="138" src="" width="120" align="left" /> Survei Pemantauan Status Gizi dan Kesehatan (Nutrition &amp; Heatlth Surveillance System) oleh Helen Keller Foundation selama 1998-2002 menunjukkan kenyataan tentang 10 juta anak balita yang berusia enam bulan hingga lima tahun – setengah dari populasi anak balita di Indonesia &#8212; menanggung resiko kekurangan Vitamin A. Disebutkan, makanan anak-anak tersebut sehari-hari di bawah angka kecukupan Vitamin A yang ditetapkan untuk anak balita, yaitu 350-460 Retino Ekivalen per hari (Kompas, 30 Juli 2003).  <br /><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 0 0 10px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:jMP9GHDy98X37M:http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/0613/kes01.jpg" align="right" /> Artinya, anak-anak yang tidak dicukupi kebutuhan Vitamin A akan mengalami gangguan kesehatan mata, kemampuan penglihatan, maupun kekebalan tubuhnya. Laporan survei itu lebih jauh menyatakann bahwa sebagian anak-anak balita itu menderita penyakit mata dalam stadium lanjut akibat kekurangan Vitamin A, sehingga tidak dapat disembuhkan. Anak-anak balita tersebut mengalami kerusakan bola mata dari keratomalasia (sebagian dari hitam mata melunak seperti bubur), ulaserasi kornea (seluruh bagian hitam mata melunak seperti bubur) hingga kondisi parah xeroftalmia scars (bola mata mengecil dan mengempis).<br /><strong><a name="selamat"></a>Selamatkan Anak-anak</strong>  <br />Berbagai literatur menyatakan bahwa keberadaan wasting, stunting dan anemia akibat kekurangan asupan makanan yang bergizi pada bayi dan anak balita adalah bagian dari lingkaran setan kemiskinan dan penyakit infeksi. Kemiskinan mengakibatkan rendahnya tingkat pendidikan orang tua, buruknya lingkungan perumahan dan tidak adanya akses terhadap air minum dan sanitasi. Juga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar lain dan pelayanan sosial termasuk pangan, kesehatan dan pendidikan.  <br />Ada sebuah postulasi bahwa keberadaan orang lapar apalagi bayi dan anak balita busung lapar merupakan pengujian utama terhadap adil dan efektifnya sistem sosial dan ekonomi di sebuah negara. Demikian mendasar fungsinya, sehingga melalui sistem pangan masyarakat (produksi &#8211; distribusi &#8211; konsumsi) dapat dipakai sebagai jendela untuk memahami sebuah masyarakat. Kelaparan yang diderita bayi dan anak balita di Indonesia jelas menunjukkan tidak adil dan efektifnya sistem sosial dan ekonomi negara Republik Indonesia.<br />Negara bertanggungjawab atas tragedi kemanusiaan ini. Akan tetapi, bertahun-tahun sudah anak-anak kelaparan dan belum pernah DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) Kasus Anak Busung Lapar atau Panitia Kerja (Panja) untuk Anak-anak Kelaparan. Kita tidak dapat mengharapkan para anggota DPR yang terus sibuk dengan Mukernas, rapat partai, kunjungan kerja, Pilkada dan Pemilu untuk tertarik mengurus soal anak busung lapar. Kita juga sangat sulit membayangkan administrasi pemerintah bekerja dalam kerangka organisasi yang terpadu bergerak cepat mengatasi soal busung lapar. Advokasi masalah ini pada tingkat kebijakan adalah penting.<br />Menuntut pertanggungjawaban negara adalah sebuah keharusan. Akan tetapi, jutaan anak-anak yang menderita lapar tidak dapat menunggu. Sebelum tiba pada penyelesaian di tataran politik nasional, banyak anak yang menjadi cacat (mental dan fisik) dan meninggal dalam penantian. Jutaan anak-anak tidak dapat menunggu dibentuknya Pansus atau Panja atau Tim Pencari Fakta (TPF) Kematian Anak Balita Akibat Busung Lapar atau BAKORNAS Penangulangan Busung Lapar. Harus ada tindakan, sekecil atau sesederhana apapun, untuk dapat menolong anak-anak yang menderita kelaparan.<br /><strong><a name="sayuran"></a>Promosi Sayuran Hijau  <br /></strong>Salah satu cara untuk membantu menyelamatkan bayi dan anak balita dari kekurangan gizi adalah dengan mempromosikan sayuran daun hijau. Sayuran daun hijau sudah dikenal sebagai penghasil utama dari segala macam vitamin, mineral dan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Prof. Dr. Poorwo Soedarmo, perumus slogan “Empat Sehat Lima Sempurna,” dan kawan-kawannya telah membuat sebuah daftar sederhana sayuran hijau khas Indonesia yang dapat ditanam dengan mudah: bayam, beluntas, enceng padi, gelang, gedi, gendola, genjer, jotang, kabak, kacang panjang, kaki kuda, krokot, kangkung, katuk, kemangi, kelor, labu-labuan, leunca, mangkokan, melinjo, mengkudu, paku sayur, pepaya, sawi putih, selada air, sesawi, singkong, turi, talas, ubi jalar dan yute. Sayuran daun hijau sangat perlu untuk ibu-ibu yang sedang mengandung dan menysui. Dengan demikian anak dalam kandungan mendapat pasokan gizi yang baik yang memungkinkan pertumbuhan janin di dalam rahim. Dengan memakan sayuran daun hijau, Ibu yang sedang menyu<br />
sui telah memberikan makanan yang bergizi pada anaknya melalui ASI. Sayuran daun hijau juga harus segera diberikan pada bayi begitu ia membutuhkana makanan tambahan di luar ASI. Semangkuk bubur yang dicampur dua genggam sayuran daun hijau dan sepotong tahu atau tempe cukup memadai sebagai sarapan anak-anak yang telah tumbuh gigi. Sepiring nasi dengan sayuran daun hijau yang diolah menjadi kuluban, urap, pecel atau tumis dapat mempertahankan daya hidup dan pertumbuhan anak balita. Kandungan gizi sayuran daun hijau telah terbukti ribuan tahun mempertahankan hidup komunitas yang berpantang memakan daging seperti para pendeta Budha. Kaum vegetarian yang terus berkembang bisa bekerja seperti sama produktifnya dengan mereka yang memakan daging.<br /><strong><a name="otonomi"></a>Otonomi Nutrisi<br /></strong>Untuk mendapatkan bahan makanan, terutama sayuran daun hijau, di daerah pedesaan adalah dengan melakukan otonomi nutrisi. Artinya, penduduk pedesaan, khususnya petani miskin dengan tanah terbatas harus mengutamakan tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarganya secara langsung. Setelah makanan keluarga terpenuhi barulah dapat diusahakan produk pertanian yang akan diniagakan. <br />Untuk sebagian penduduk pedesaan, persoalan dapat diselesaikan melalui penggunaan rasional ruang yang ada, sesempit apapun adanya. Penduduk pedesaan dapat secara berkelanjutan memenuhi kebutuhan bagian penting dari kebutuhan gizi dengan sayuran daun hijau yang dihasilkan secara langsung di sekitar rumah. Berbagai proyek telah menunjukkan bahwa tanpa bahan-bahan dari luar dan dengan biaya yang sangat rendah. Tanah seluas 40 meter persegi dapat menghasilkan pangan untuk mencukupi kebutuhan anggota keluarga (5 orang) akan mineral dan Vitamin serta 18 % dari jumlah total protein yang dibutuhkan seperti yang disarankan WHO. Luas tanah kurang dari 100 meter persegi adalah sangat relevan dengan keadaan penduduk pedesaan di Indonesia.<br /><strong><a></a>Kebun Organik Keluarga<br /></strong>Untuk kawasan perkotaan, model yang diterapkan oleh warga Kampung Banjarsari, Kelurahan Cilandak, Jakarta Selatan bisa dijadikan contoh (Kompas, 4 Juni 2005). Warga di kampung tersebut, tepatnya RW 08, berhasil menata dan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang hijau, sejuk dan nyaman dengan cara yang sangat kreatif. Disekitar rumah masing-masing, warga menanam beragam tumbuhan. Ada tanaman produktif, tanaman pelindung, tanaman hias dan tanaman yang berkhasiat obat. Karena tidak ada lahan untuk menanam tumbuhan, warga Kampung Banjarsari menggunakan media pot untuk menanam tanaman. Pot-pot yang digunakan bervariasi dan banyak menggunakan barang bekas seperti bekas drum sampai bekas air mineral kemasan gelas. Ribuan tanaman pot ditata sehingga membentuk rerimbunan tanaman. Usaha seperti itu tidak membutuhkan biaya besar. Di Kampung Banjarsari, petugas RW bekerjasama dengan dinas pertanian untuk mendapatkan bibit-bibit tanaman yang murah. Dana untuk membeli bibit dikumpulkan dari iuran warga. Inisiatif tersebut dapat dikembangkan untuk menghasilkan sayuran daun hijau. Untuk memperkaya jenis tanaman di kebun organik keluarga, bibit bisa didapatkan dengan berburu tanaman atau saling tukar bibit antara warga.<br /><strong>Penutup</strong> <br />Sayangnya, tulisan ini kemungkinan besar tidak bisa dibaca oleh kelompok masyarakat yang sedang dirundung kelaparan: keluarga-keluarga yang sedang menatap anak-anak mereka yang tergolek lunglai. Para pembaca tulisan ini, diharapkan dapat membantu sesuai dengan kesempatan dan kemampuan masing-masing. Para guru sekolah maupun guru agama adalah kelompok yang paling diharapkan menjadi pendorong bagi keluarga para murid-murid untuk mengenal dan menghargai sayuran daun hijau sebagai sumber gizi yang utama. Guru dapat meluangkan sedikit waktu di sela pelajaran untuk bertanya tentang apa saja yang dimakan para murid dan sekaligus memperkenalkan khasiat sayuran daun hijau dan bagaimanan cara bercocok tanam.Para ketua RT dan ketua RW yang sangat mengenal warga dan wilayahnya sangat penting dalam gerakan memakan sayuran hijau untuk menekan kasus kurang gizi dan gizi buruk. Pertemuan-pertemuan warga dapat diisi dengan mengenal berbagai sayuran daun hijau dan manfaatnya bagi tubuh.Urun pikiran diantara para pembaca untuk menolong bayi dan anak balita dari kekurangan gizi akan mengembangkan berbagai kegiataan. Sambil bekerja kreatif untuk menolong bayi dan anak balita, kita tetap harus membangun kekuatan untuk menuntut negara bertanggung jawab atas kelaparan yang dialami jutaan bayi dan anak balita di Indonesia.</font></p>
<p>Nah .. teman-teman .. tulisan ini membawa kita untuk membuka kesempatan untuk menolong sodara-sodara kita yang berada dalam suatu komunitas yang sebagian besar miskin. Ternyata penyelesaian yang sederhana sudah bisa dijadikan solusi gizi buruk. Promosi Sayuran Hijau, Otonomi Nutrisi dan Kebun Organik Keluarga bisa jadi solusi mudah untuk keluarga miskin dan masyarakat di sekitarnya yang sudah greget menyelesaikan masalah.</p>
<p>Semoga bisa jadi masukan yang baik. </p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /></p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/2006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/2006/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2006&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/22/lihatlah-anak-anak-kelaparan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/kelaparan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kelaparan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:jMP9GHDy98X37M:http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/0613/kes01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Apa terlalu mengobati daripada mencegah?</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/22/apa-terlalu-mengobati-daripada-mencegah/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/22/apa-terlalu-mengobati-daripada-mencegah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 07:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/22/apa-terlalu-mengobati-daripada-mencegah/</guid>
		<description><![CDATA[Hallo Pak Agus, salam Kenal. Permasalahan gizi buruk jelas tanggungjawab pemerintah dan juga masyarakat. Saya menyoroti dari aspek pemerintah saja dulu, khususnya programnya. Pendekatan utama yang dijalankan selama ini belum tepat. Pemerintah, termasuk petugas kesehatan terfokus pada pendekatan kuratif dan rehabilitatif, sehingga aspek pencegahan dan peningkatan kesehatan sering terabaikan atau dilaksanakan tidak optimal. Saya sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2002&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="border-right:gray 0 solid;border-top:gray 2px solid;border-left:gray 0 solid;border-bottom:gray 2px solid;background-color:#ffffff;margin:1ex;padding:1ex;" align="justify"><font face="Tahoma">Hallo Pak Agus, salam Kenal. Permasalahan gizi buruk jelas tanggungjawab pemerintah dan juga masyarakat. Saya menyoroti dari aspek pemerintah saja dulu, khususnya programnya. Pendekatan utama yang dijalankan selama ini belum tepat. Pemerintah, termasuk petugas kesehatan terfokus pada pendekatan kuratif dan rehabilitatif, sehingga aspek pencegahan dan peningkatan kesehatan sering terabaikan atau dilaksanakan tidak optimal. Saya sangat yakin jika program diarahkan lebih banyak pada kegiatan tersebut, secara signifikan akan mengurangi masalah.</font></p>
<p><span id="more-2002"></span>
<p><img style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" height="71" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015.jpg?w=76&#038;h=71" width="76" align="left" />Hallo juga mas Rahardjo,&#160; <br />Seperti saya sebutkan penyebab dan penanggulangan gizi buruk memang <strong>multifaktorial</strong> dan <strong>multisektoral</strong>. Gerakan bersama akan mengentaskan dari kemiskinan dan juga akan menghilangkan gizi buruk selamanya dari bumi Indonesia. </p>
<p><img style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:olOJT_m6udlqfM:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6d/Flaming_soccer_ball_01.svg/758px-Flaming_soccer_ball_01.svg.png" align="right" /> Saya paham kenapa Mas Rahardjo bilang begitu .. karena memang kami kebagian jadi <u>keeper</u> dalam acara pertandingan melawan gizi buruk ini .. tugas kesehatan adalah di bagian yang sudah kelolosan dari bek .. tugasnya petugas adalah memang lebih fokus pada kuratif dan rehabilitatif. Dan itu memang langsung mencuat karena biasanya lekat dengan pemberitaan kasus. </p>
<p>Tapi sebenernya kita juga ada kok yang diutus jadi striker atau gelandang serang lah .. jadi agen promosi .. mari ambil contoh kegiatan-kegiatan seperti pencarian dan pemberdayaan masyarakat :    <br />ngga kurang dari <em>desa siaga</em>, <em>forum kesehatan masyarakat</em>, <em>badan pembina puskesmas</em>, dan terlebih lagi <strong><em>kader</em></strong> dan <em><strong>toma</strong></em> (tokoh masyarakat) di desa telah dijadikan sasaran <strong>pemberdayaan agar cepat diketemukan kasus-kasus yang tersembuyi</strong>, kegiatan seperti Penilaian Status Gizi, Penilaian Konsumsi Gizi, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi berada di tataran ini. </p>
<p><img style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" src="http://s3.causes.com/photos/J0/RL/uk/xF/3Z/3f/bk/aFM.jpg" align="left" /> Agak lebih jauh ke depan kita punya promosi-promosi seperti konseling dan <em>promosi ASI Eksklusif</em>, <em>Penggalakan Pemberian suplemen</em>, <em>Penggunaan Garam Beriodium</em>, <em>Menu Gizi Seimbang</em> yang dipromosikan melalui konsep <strong>Keluarga Sadar Gizi</strong>. Juga kita punya kegiatan pemberdayaan di keluarga miskin dengan <strong>Positive Deviance</strong> (<a href="http://www.pdrc.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=281&amp;Itemid=1" target="_blank">UI punya webpagenya</a>) dan juga penggalakan MP ASI menu lokal .. </p>
<p>Memang tidak bisa main sendirian .. penyerang dan gelandang lain harus terlibat ngoper bola dan bermain kalo ngga pengen keeper diserang terus dan akhirnya kebobolan ..    <br />Ketahanan Pangan harus bisa menjamin pasokan, Pertanian dengan beberapa program pemberdayaan petani mestinya bisa meningkatkan kemampuan petani dan hasil tani, Perdagangan, Industri dll juga harusnya terus menjaga agar tingkat pengangguran tidak melorot, inflasi tidak merajalela, daya beli menurun dan harga bahan pokok melonjak. Pendidikan juga tidak hanya bertujuan meningkatkan gaji guru saja, tapi memperhatikan murid juga. Kalo ngga 20% APBN hanya akan jadi bangunan dan guru dari murid-murid idiot, rite ? Bapak Bupati dan Pak Wali harus yang paling ngerti sendiri tentang indikator ini .. kalo ngga sektor lain tidak akan sinambung dengan kerja kesehatan. Disini fungsi kaptennya harus jalan .. </p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 0 0 10px;" height="176" src="http://cl.theoffside.com/files/2008/05/man-united-win-european-cup.jpg" width="235" align="right" />Saya rasa setiap sektor sekarang pasti bisa berdebat disini tentang kontribusi .. tapi apakah kita sudah satu tujuan bersama itu yang jadi masalah .. Jadi mendebat pernyataan bahwa apakah kita terfokus jawabannya YA dan TIDAK. <strong>Ya </strong>karena memang sudah itu tugasnya. <strong>Tidak </strong>karena kita sebenarnya sudah memulai sejak lama upaya penanggulangan lainnya. Pertanyaannya adalah komprehensif atau tidak ..&#160; </p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /> </p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/2002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/2002/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=2002&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/22/apa-terlalu-mengobati-daripada-mencegah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:olOJT_m6udlqfM:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6d/Flaming_soccer_ball_01.svg/758px-Flaming_soccer_ball_01.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://s3.causes.com/photos/J0/RL/uk/xF/3Z/3f/bk/aFM.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://cl.theoffside.com/files/2008/05/man-united-win-european-cup.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peranan Anggaran Pemerintah</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/13/peranan-anggaran-pemerintah/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/13/peranan-anggaran-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 00:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/13/peranan-anggaran-pemerintah/</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Pemerintah begitu diragukan bisa memberikan kontribusi penyelesaian Kasus Gizi Buruk ? Justru bila itu berada di kabupaten/kota tertentu akan sangat membantu bila dana pemerintah yang bergerak duluan? Komentar tentang anggaran saya jadikan satu saja demi membuat kita mudah membaca dan berkomentar dalam masalah ini. Siti Purwanti Masalah gizi buruk sebaiknya dpt tuntas secepatnya. Sdh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1885&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015.jpg?w=645" alt="" align="left" /></p>
<p>Kenapa Pemerintah begitu diragukan bisa memberikan kontribusi penyelesaian Kasus Gizi Buruk ? Justru bila itu berada di kabupaten/kota tertentu akan sangat membantu bila dana pemerintah yang bergerak duluan? Komentar tentang anggaran saya jadikan satu saja demi membuat kita mudah membaca dan berkomentar dalam masalah ini.<span id="more-1885"></span></p>
<p style="border-right:gray 1px solid;border-top:gray 1px solid;border-left:gray 1px solid;border-bottom:gray 1px solid;background-color:#a8c2cc;margin:1ex;padding:2ex 5ex;"><strong>Siti Purwanti<br />
</strong><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 5px 0 0;" src="http://profile.ak.facebook.com/v227/1776/103/q1377582996_8821.jpg" alt="" align="left" /> Masalah gizi buruk sebaiknya dpt tuntas secepatnya. Sdh waktunya pemerintah memberikan perhatian yg khusus dalam masalah ini. Gimana kita mau maju, kalau masalah gizi aja ga bisa diatasi. Alokasikan dana yg cukup buat pengentasannya. Kurangi pesta pora untuk hal-hal yg tdk bgt penting, spt beli mobil dinas baru, renovasi kantor yg ga rusak, dll. Didiklah masyarakat spy tau bgmn caranya memperoleh gizi yg baik. Buatlah program yg bnr2 bisa dilaksanakan, kontrol, n evaluasi pelaksanaannya. Mudah2an Indonesia bs bebas dari gizi buruk sblm thn 2015.</p>
<p style="border-right:gray 1px solid;border-top:gray 1px solid;border-left:gray 1px solid;border-bottom:gray 1px solid;background-color:#a8c2cc;margin:1ex;padding:2ex 5ex;"><strong>Syaiful Bahri<br />
</strong><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 5px 0 0;" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/1362/27/q1651256424_9235.jpg" alt="" align="left" />Mungkin bila kita hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah saja rasanya seperti menunggu seribu tahun, belum lagi ( maaf ) dananya diselewengkan. Saya punya masukan rasanya bila rumah sakit swasta yang mengadakan event seperti baksos atau apalah demi menangani masalah GIZI BURUK ini. dan saya rasa sebuah rumah sakit tidak akan pernah dirugikan dengan diadakannya event seperti itu, toh nantinya juga rumah sakit tersebut akan dikenal masyarakat banyak, terlebih yang dipromosikan sebuah rumah sakit adalah fasilitas dan pelayanannya kan? Ya itung2 dana promosi gitu.. jadi apa salahnya ?</p>
<p style="border-right:gray 1px solid;border-top:gray 1px solid;border-left:gray 1px solid;border-bottom:gray 1px solid;background-color:#a8c2cc;margin:1ex;padding:2ex 5ex;"><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 5px 0 0;" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/364/44/q1097554794_6782.jpg" alt="" align="left" /><strong>Franky Avicenna<br />
</strong><br />Anggaran APBN R.I untuk kesehatan harusnya dinaikan<br />
 </p>
<p style="border-right:gray 1px solid;border-top:gray 1px solid;border-left:gray 1px solid;border-bottom:gray 1px solid;background-color:#a8c2cc;margin:1ex;padding:2ex 5ex;">
<strong>Ina PHW<br />
</strong><img style="display:inline;border-width:0;margin:0 5px 0 0;" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/1613/36/q1351987049_6465.jpg" alt="" align="left" />Memang langkah mendasarnya adalah anggaran&#8230;entah melalui APBN yang harus kita perjuangkan atau dari asosiasi ataupun pihak swasta yang berminat dalam penanggulangan gizi buruk ini&#8230;marilah kita mulai dari kita tuk memulai&#8230;penanganan gizi buruk sangat menyeluruh bisa berupa pengobatan setelah terjadi ataupun penanggulangan&#8230;.bicara penanggulangan ..saya pernah ikutan proyek depkes&#8230;yang namanya SIDI&#8230;gak tau kenapa sekarang tidak berkembang lagi..padahal konsep ini sangat bagus&#8230;dulu masih ujicoba di lampung selatan&#8230;dengan menerapkan sistem informasi lingkungan dini&#8230;.tapi harus dibarengi dengan adanya dana penanggulangan dini&#8230;.sekian dulu commentnya</p>
<p>Saya ingin menggambarkan bagaimana pendanaan penanggulangan gizi buruk di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Pertama, kegiatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Perawatan Kasus Gizi Buruk (<strong>Therapeutical Feeding Center – TFC</strong>). Pendanaan yang diperlukan disini adalah tentu saja untuk jasa sarana, jasa medis dan perawatan, biaya makan pasien, pengadaan bahan habis pakai serta obat-obat tertentu. Tidak semua obat disediakan atau disediakan cukup oleh Gudang Farmasi Kabupaten (GFK). Terkadang kita harus mengadakan beberapa obat dan bahan (diperkenankan oleh Perda 12/2005 Kab. Probolinggo). Biaya makan pasien disini berkembang jadi lebih banyak untuk kasus gizi buruk karena untuk menjamin ibu tidak memaksa pulang, kami harus memberikan makan pasien biasa untuk ibunya tersebut. Pengalaman pengadaan TFC seperti ini berhasil dengan cukup baik di Pontianak, tempat kami dulu belajar penanggulangan gizi buruk. Dan juga berhasil di kecamatan kami. Meskipun keinginan cepat2 pulangnya lebih besar ada disini. Di Pontianak pasien bisa dirawat sampai 20 hari sehingga keluar dengan memuaskan. Di Puskesmas saya maksimal 6-7 hari sudah memaksa untuk pulang. Dilihat dari sisi kenyamanan dan perlakuan sama saja. Jadi saya pikir itu mungkin memang tipikal masyarakatnya.<br />
Termasuk disini adalah Rujukan Kasus dan Dokumentasi Kasus. <br />
Target penyelesaian masalah disini adalah kasus gizi buruk (SD z-score <strong>≤ –3</strong> / sangat kurus) berubah menjadi <strong>≥ –2</strong> (gizi kurang / kurus).</li>
<li>Meneruskan perawatan Kasus Gizi Kurang (<strong>Community-based therapeutical Center – CTC</strong>). Disini yang diperlukan tentu saja PMT (Pemberian Makan Tambahan). Terkadang untuk melakukan variasi, kita mengadakan PMT Penyuluhan untuk memperkenalkan menu makanan lokal padat gizi.<br />
Target penyelesaian masalah disini adalah kasus gizi buruk (SD z-score <strong>≤ –2</strong> / kurus) berubah menjadi <strong>≥ –1</strong> (gizi cukup / normal).</li>
<li>Selain terhadap sasaran Gizi Buruk, Puskesmas juga melakukan pemberdayaan masyarakat biasanya tiap 3 bulan sekali, pembinaan posyandu tergantung sasaran posyandu yang masih belum aktif, sekali setahun penjaringan gizi buruk, pemantauan status gizi (PSG) sekali setahun, pembinaan dan penyuluhan Kadarzi, Pemantauan Konsumsi Gizi (PKG), Konseling Gizi, Konseling Ibu Menyusui, Pemberian MP-ASI untuk Gakin, Perawatan Kesehatan Masyarakat untuk Gizi Buruk, Penanganan BBLR, Penanganan Bumil Kurang Energi Kronis dan beberapa program yang secara tidak langsung juga menunjang Peningkatan Gizi Masyarakat.</li>
</ol>
<h3>SUMBER  DANA</h3>
<p>Tentu saja pembiayaan kesehatan untuk kegiatan-kegiatan ini berasal dari berbagai sumber.</p>
<ol>
<li><strong>APBN</strong> (Dana Jamkesmas) disini yang diberikan adalah dana untuk TFC <strong>bagi keluarga miskin</strong>, pemberian bahan PMT di CTC, obat-obatan seperti syrup zink, syrup obat cacing, syrup besi, KCl, Mineral Mix yang tidak disediakan atau tidak cukup dari GFK. Begitu juga untuk pembuatan Formula F75 dan F100.<br />
Ada sedikit dana operasional yang masih bisa digunakan di pos jamkesmas.</li>
<li><strong>APBD Propinsi</strong> dan <strong>APBD Kabupaten</strong>. Pengadaan obat-obatan secara umum berasal dari sini. Begitu juga penanggulangan yang berupa PMT juga berasal dari sini. APBD Propinsi menyediakan dana penanggulangan untuk PMT Kasus Gizi Buruk dan MP-ASI. Sedangkan Kabupaten menangggung TFC pasien miskin tapi yang tidak terdaftar di Jamkesmas.</li>
<li>Dana Kabupaten juga mendanai beberapa kegiatan-kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (pencegahan dan pemantauan) seperti yang disebutkan diatas.</li>
</ol>
<p>Nah teman-teman kita memang masih memerlukan gerakan pemerintah bila kegiatan ini ingin dilaksanakan secara terpadu. Penanganan Gizi Buruk tidak sesederhana mengobatinya saja. Tapi ada unsur pemberdayaan masyarakat, menjaga balita tersebut sampai keluarga bisa melakukannya sendiri dan itu nyata ada di masyarakat kita.  </p>
<p>Mari kita diskusikan ..</p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" alt="" width="200" height="48" /></p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/1885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/1885/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1885&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/13/peranan-anggaran-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v227/1776/103/q1377582996_8821.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v225/1362/27/q1651256424_9235.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v225/364/44/q1097554794_6782.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v230/1613/36/q1351987049_6465.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Debat Peran Puskesmas</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/10/debat-peran-puskesmas/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/10/debat-peran-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 03:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/10/debat-peran-puskesmas/</guid>
		<description><![CDATA[Balita bergizi buruk menandakan keacuhan lingkungan tempat tinggal ybs, apabila diantara tetangga/ Lingkungan terdapat kepedulian yang tinggi maka hal ini tak akan terjadi, selain itu juga menunjukkan BETAPA RENDAHNYA TINGKAT KEPEDULIAN PEMERINTAH KITA BAIK YANG DIPUSAT, PROPINSI KOTA BAHKAN SAMPAI LINGKUNGAN RT / RW. aku rasa tidak mungkinPERANGKAT DESA ( termasuk PUSKESMAS ) tidak mengetahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1851&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="background-color:#ffffbf;border-color:red;border-style:dashed;padding:2ex 5ex;"><em><img style="display:inline;margin:0 0 0 10px;" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/55/37/t1395041244_6879.jpg" align="right" /> Balita bergizi buruk menandakan keacuhan lingkungan tempat tinggal ybs, apabila diantara tetangga/ Lingkungan terdapat kepedulian yang tinggi maka hal ini tak akan terjadi, selain itu juga menunjukkan BETAPA RENDAHNYA TINGKAT KEPEDULIAN PEMERINTAH KITA BAIK YANG DIPUSAT, PROPINSI KOTA BAHKAN SAMPAI LINGKUNGAN RT / RW. aku rasa tidak mungkinPERANGKAT DESA ( termasuk PUSKESMAS ) tidak mengetahui ada warga yang menderita tetapi MEREKA TUTUP MATA TUTUP TELINGA DENGAN DALIH TIDAK ADA DANA, TETAPI MEREKA JUGA TIDAK BERUSAH MENCARI SOLUSI.</em></p>
<p><span id="more-1851"></span>Mas Fahmi, </p>
<p>Jangan begitu dong .. kita sudah sepakat ini multifaktorial .. menyalahkan satu unsur saja tidak akan menyelesaikan masalah. Saya ada di Puskesmas lho .. dan saya memulai cause ini karena kekhawatiran saya tentang kemungkinan adanya hal yang serupa dengan kecamatan kami .. </p>
<h3>Permasalahan</h3>
<p>Di Kecamatan Krejengan, Kab Probolinggo, Jawa Timur ini kami menjalankan semua program gizi buruk baik yang dikonsep oleh Depkes maupun yang berdasarkan Teknis Medis hasil konsultasi .. jadi segi kemasyarakatan dan teknis medis kami jalani dengan maksimal. Kami banyak ketemu pasien gizi buruk, merujuknya ke RS, merawatnya di Puskesmas, setelah jadi Gizi Kurang masih kami teruskan dengan memberikan PMT sampai dengan 3-5 bulan, pemberian obat cacing dan suplemnetasi yang diperlukan, pemberian stimulasi kepada anaknya, pengajaran menu lokal bergizi seimbang untuk ibunya. Beberapa kegiatan kami update disini :</p>
<p align="center"><a href="http://www.facebook.com/pages/Probolinggo-Indonesia/Puskesmas-Krejengan/47904626946" target="_blank">Pages Puskesmas Krejengan</a></p>
<p>Dan itu kami berguru pada beberapa puskesmas yang sudah lebih jauh upayanya menangani Gizi Buruk. Saya bukan ingin hanya membela diri, kenyataan seperti yang mas Fahmi bilang memang ada. Ada saja yang belum punya kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Baik cukup tentang puskesmas dan lingkungan pemerintah. </p>
<p>Sekarang kenyataan.    <br />Kami ternyata masih mendapatkan masalah gizi buruk di setiap tahun, meskipun memang berkurang, tetap saja ada yang muncul kembali dan pola yang sama juga kami temukan. </p>
<ol>
<li>Selalu anak yang gizi buruk adalah anak yang tidak rutin dibawa ke Posyandu </li>
<li>Anak Gizi buruk ditemukan pada saat anak menderita Diare atau ISPA. Tahukah, mas Fahmi maknanya .. <em><strong>perilaku di masyarakat</strong></em> juga berperan. </li>
</ol>
<p>Ya itu malah harus dipikirkan sebagai faktor yang sangat mempengaruhi. </p>
<p>Kemudian satu hal lagi, bagi mata yang terlatih tantu saja gizi buruk akan segera kelihatan .. tapi bagi petugas desa, kelurahan bukanlah orang yang belajar teknis medis gizi buruk hanya akan terlihat bila se-<em>horor</em> yang kita jadikan icon itu yang ada di desa. Tahukah, mas Fahmi, anak yang dalam 2 penimbangan di Posyandu tidak mengalami kenaikan disebut mengalami gangguan gizi ? Belum lagi yang kelihatannya seperti naik padahal dari pita di KMS ternyata makin menyeberang turun. Ini banyak terjadi. </p>
<h3>Baik mari bicara solusi..    <br /></h3>
<ol>
<li>Kenapa saya mengajak kita semua ikut dalam cause ini karena berharap &quot;mata yang terlatih&quot; bertambah banyak untuk lingkungan anda sekalian. Itu yang kami lakukan kepada kader-kader kami di desa-desa sehingga jumlah gizi buruk yang dilaporkan tahun 2007-2008 = 300% dari yang dilaporkan tahun 2003-2006. </li>
<li>Perubahan perilaku tampaknya memang membutuhkan waktu dan intervensi terus-menerus. Itu jelas sulit dilakukan hanya oleh satu sektor, yang terbaik adalah dengan memberdayakan semua komponen masyarakat. Termasuk masyarakat dunia maya ini. Lakukan perilaku yang menjaga anak dengan maksimal :      <br />- penuhi kebutuhan nutrisinya       <br />- bawa ke Posyandu sampai dengan usia 60 bulan       <br />- lakukan stimulasi sampai dengan usia 72 bulan </li>
<li>Apa yang bisa kita lakukan pada lingkungan ? Nah ini yang saya harap sekarang bisa kita lempar di forum ini ..      <br />- bisakah kita ikut melaporkan gizi buruk di forum ini?       <br />&#160; (<em>ada beberapa yang sudah melakukannya lho</em>)       <br />- bisakah kita menyebarkan pada lingkungan kita bagaimana menghin- dari terjadinya gizi buruk ?       <br />- bisakah kita menghitung apakah seorang anak menderita gizi buruk atau tidak ?       <br />dan mungkin beberapa kegiatan tambahan lainnya yang bisa kita jadikan alasan kenapa kita bergabung. Beberapa usulan bahkan ada yang tidak bisa saya bayangkan sebelumnya </li>
</ol>
<h3>Uang? </h3>
<p>Pemerintah kita cukup concern kok dengan Gizi Buruk .. yang masalah adalah yang tidak tahu pos itu ada. Coba saja sentil di koran satu daerah ada gizi buruknya (dengan data yang valid tentunya) pasti dana itu segera ketahuan adanya. </p>
<p>Di Pemerintah Daerah kami kasus Gizi Buruk baik dari keluarga miskin ataupun mampu bila berobat ke Rumah Sakit pasti gratis. Kenyataannya kita ngga pernah nemu yang benar-bener kaya raya ngamar di RS atau Puskesmas karena Gizi Buruk. Ada yang mampu itu pasti kelas menengah atas atau kelas atas bagian bawah .. jadi yang tanggung-tanggung, yang baru saja kaya tapi tidak memperhatikan bahwa dengan memberikan asupan gizi pada anaknya juga menanamkan investasi masa depan. Tentu saja keluarga miskin juga masih mendominasi. </p>
<p>Saya harap kita bisa ngobrol langsung untuk bisa menggambarkan bagaimana rumitnya masalah ini .. karena itu saya juga bikin causenya ngga berani 1-2 tahun saja. Syukur kalau tercapai sebelum 2015. Semoga mas Fahmi bisa memahami maksud saya tanpa menjadi tersinggung dengan pembelaan saya kepada &quot;kaum saya&quot; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Salam Hangat</p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /> </p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/1851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/1851/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1851&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/10/debat-peran-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v225/55/37/t1395041244_6879.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Faktor Budaya di Sulawesi</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/05/faktor-budaya-di-sulawesi/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/05/faktor-budaya-di-sulawesi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 14:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/05/faktor-budaya-di-sulawesi/</guid>
		<description><![CDATA[Ronie Bahlul, tampaknya berasal dari Sulawesi Selatan, bercerita tentang keadaan Gizi Buruk di Daerah Pinggiran Makasar. Berikut ini adalah penuturan Roni yang diceritakan di Cause dan pendapatnya tentang Kasus Gizi Buruk yang terjadi di Makasar pinggiran. Salah satu hak dasar sebagai seorang manusia yaitu hidup sehat. Hal tersebut telah banyak terealisasi dari program pemerintah seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1694&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ronie Bahlul</strong>, tampaknya berasal dari Sulawesi Selatan, bercerita tentang keadaan Gizi Buruk di Daerah Pinggiran Makasar. Berikut ini adalah penuturan Roni yang diceritakan di Cause dan pendapatnya tentang Kasus Gizi Buruk yang terjadi di Makasar pinggiran. </p>
<p> <span id="more-1694"></span>
<p style="background-color:#ffffbf;border-color:red;border-style:dashed;padding:2ex 5ex;"><img style="display:inline;margin:0 10px 0 0;" height="144" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/983/36/n1653383969_2677.jpg" width="100" align="left" /> Salah satu hak dasar sebagai seorang manusia yaitu hidup sehat. Hal tersebut telah banyak terealisasi dari program pemerintah seperti JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat), ASKESKIN (Asuransi kesehatan Miskin) dan beberapa lagi diantara yang sekian dari hal yang serupa dengan itu. Namun yang menjadi pertanyaan “apakah semua masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, apakah penyebaran jaminan kesehatan itu merata di semua masyarakat golongan bawah? Adapun mereka yang mendapatkan jaminan kesehatan yang serupa dengan yang diatas, tetapi apakah mereka rutin untuk meng-update informasi dan melaksanakan anjuran yang mereka dapatkan.     <br />Dari beberapa pendapat yang sudah dikeluarkan, alasan yang menyebabkan Gizi Buruk pada Anak, yaitu kurangnya pengetahuan sang ibu tentang asupan gizi pada balitanya, tentang masalah ekonomi rumah tangganya dan kesibukan sang ibu diluar rumah. Factor tersebut memang sangat besar pengaruhnya pada perkembangan hidup si bayi, lebih lagi ketika seorang ibu hanya sibuk dengan urusan financial rumah tangganya.     <br />Ada beberapa kasus yang pernah saya dapatkan pada saat saya berada dilapangan (Sulawesi Selatan), yang pertama berkaitan dengan masalah ekonomi rumah tangga. Beberapa dari masyarakat telah mendapatkan pengetahuan tentang gizi untuk balitanya, namun mereka tidak mampu untuk mendapatkannya (kasus ini banyak terjadi pada masyarakat dipinggiran Kota Makassar). Mereka tidak mampu untuk mengganti asupan gizi dengan konsumsi lokal karena mereka mengikuti kultur kota yang semua sumber kehidupan harus dibeli.     <br />Yang kedua, masyarakat yang ada di beberapa kabupaten yang ada di SUL-SEL memiliki potensi untuk mengganti asupan gizi dengan sumber daya lokal tetapi tidak paham dengan kandungan gizi yang mereka berikan pada anaknya. Pengetahuan yang mereka miliki tentang asupan gizi untuk balita memang tidak mereka miliki secara pasti. Hanya saja mereka mengikuti kebiasaan/budaya dari masyarakat tersebut. Masih lebih baik jika kebiasaan yang mereka tiru dari budaya sebelumnya memang sudah terbukti, ada beberapa dari masyarakat yang memang tidak dapat menjangkau pusat pelayanan diakibatkan karena pusat pelayanan kesehatan tidak dapat terjangkau karena keberadaan mereka yang memang jauh dari tempat tersebut hanya dapat memperlakukan anaknya secara apa adanya (yang penting anak mereka mendapatkan makanan, kenyang dan tidak menangis).     <br />Dari kedua kasus ini dan pertanyaan awal yang saya lemparkan, saya hanya bisa memberikan masukan bahwa gizi buruk yang terjadi di negara kita ini dipengaruhi oleh kinerja pemerintah dan stakeholder yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat belum terlaksana secara masksimal dan objektif dalam memberikan pelayanan. Kultur yang mempengaruhi masyarakat dan jangkauan masrakat.</p>
<p>Tampaknya Faktor Budaya/Adat/Perilaku memang juga mempengaruhi bagaimana seorang balita akan menjadi Gizi Buruk. Sebagai contoh tambahan di masyarakat sekeliling saya, peran sentral Bapak masih sangat dirasakan dan Bapak adalah orang yang mendapatkan segalanya lebih dulu. Sehingga anak bisa saja menderita kekurangan gizi, tapi orangtua yang bekerja mencari nafkah tetap harus mendapatkan asupan gizi terbaik.</p>
<p>Bagaimana pendapat teman-teman?</p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /> </p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/1694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/1694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1694&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/05/faktor-budaya-di-sulawesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v230/983/36/n1653383969_2677.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Usul Brilian dari Angola</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/05/usul-brilian-dari-angola/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/05/usul-brilian-dari-angola/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 14:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/05/usul-brilian-dari-angola/</guid>
		<description><![CDATA[Ini yang menurut saya masukan sesungguhnya untuk cause. Untuk memudahkan mengeditnya bagian yg berisikan masukan saya pisahkan dengan pengantar dari Franciscus Boetje Sinartio dari Angola. Mengenai definisi mana yang masuk gizi buruk, saya kira sudah ada semacam &#34;standard&#34;. Di cause kita ini kan banyak dokter dan ahli gizi, mungkin kita bisa dapat masukan dari standard [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1693&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini yang menurut saya masukan sesungguhnya untuk cause. Untuk memudahkan mengeditnya bagian yg berisikan masukan saya pisahkan dengan pengantar dari <strong>Franciscus Boetje Sinartio </strong>dari <strong>Angola</strong>.</p>
<p style="background-color:#ffffbf;border-color:red;border-style:dashed;padding:2ex 5ex;"><img style="display:inline;margin:0 10px 0 0;" height="117" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/900/101/n1142266537_4226.jpg" width="150" align="left" /> Mengenai definisi mana yang masuk gizi buruk, saya kira sudah ada semacam &quot;<em>standard</em>&quot;. Di cause kita ini kan banyak dokter dan ahli gizi, mungkin kita bisa dapat masukan dari standard yang biasa dipakai.     <br />saya hanya mau coba memberi masukan apa saja yang bisa kita lakukan, dengan menggunakan kelebihan kita yaitu network kita yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan ada juga di luar negeri. Kita bisa bergerak sendiri sendiri, bisa bersama sama. Dan kalau perlu dikoordinir dari cause ini.     <br />Oh ya, gizi buruk itu bisa juga karena yang diperlukan badan lebih daripada yang diterima oleh badan. jadi bisa berbeda untuk setiap situasi/orang.     <br />Sebagai penutup, saya mau tanya kekurangan air bersih apa dianggap kekurangan gizi juga? kalau iya berarti pencegahannya harus kita masukkan dalam kegiatan kita mohon diskusinya, supaya kita bisa perbaiki, dan kita pilih yang mana yang bisa kita lakukan bersama. </p>
<p> <span id="more-1693"></span><br />
<h4><font color="#800000">“BLOW UP” KASUS GIZI BURUK</font></h4>
<p>Penyebaran berita banyaknya yang menderita gizi buruk melalui cause ini dan email, serta di print dan disebarluaskan di :</p>
<ul>
<li>berita dari koran/majalah/internet dll disebarkan untuk menggugah hati yang membacanya. </li>
<li>mengumpulkan data dari sekitar kita, mengenai korban gizi buruk. </li>
<li>mengumpulkan data mengenai badan atau perseorangan yang menangani masalah gizi buruk, dan minta ijin dipromosikan usaha mereka. </li>
<li>Membantu penyebaran pogram perbaikan gizi dari badan/perseorangan tersebut </li>
<li>Membuat database yang kekurangan gizi dan badan/perseorangan yang sedang aktif membantu. Serta mempertemukan mereka kalau pas cocok.      </li>
</ul>
<p style="border-right:gray 0 solid;border-top:gray 2px solid;border-left:gray 0 solid;border-bottom:gray 2px solid;background-color:#ffffff;margin:1ex;padding:1ex;" align="justify"><em><font size="2"><img title="PhotoFunia-18466" style="display:inline;border-width:0;margin:0 0 0 10px;" height="152" alt="PhotoFunia-18466" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/photofunia18466.jpg?w=200&#038;h=152" width="200" align="right" border="0" /> Untuk menimbulkan segera kesadaran perlunya penanggulangan memang lebih mudah bila menggunakan media. Kabar buruk biasanya lebih cepat menyebar dan segera bikin kelabakan pemerintah dan sektor yang terkait untuk menanganinya. Tapi mungkin harus dipertimbangkan juga untuk memberikan data yang benar sebelum menyebarnya informasi tadi. Bila kita berhadapan dengan balita seperti di foto cause itu ya udah tak pelak lagi gizi buruk, tapi ada lho yang tampangnya biasa-biasa saja tapi sebenarnya gizi buruk. Ini juga jangan sampai luput. Saya bisa <a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/11/02/alat-hitung-status-gizi-balita/" target="_blank">membantu dengan memberikan alat sederhana</a> (file Ms. Excel yang bisa digunakan untuk menentukan seorang balita gizi buruk atau bukan). Dengan itu sepertinya pengumpulan data bisa lebih tajam. Sebagai tambahan mungkin file tersebut <strong>bisa dicopykan juga untuk puskesmas yang terdekat</strong>. Setidak-tidaknya dengan memberikan file tadi Puskesmas bisa menggunakan untuk melakukan penjaringan gizi buruk.         <br />Untuk organisasi non pemerintah, enaknya sekarang mungkin kita minta masukan saja, ada yang tahu ngga organisasi apa yang concern menangani Gizi Buruk.         <br />Database memang sangat diperlukan, untuk anda yang programer disini mungkin bisa ikut berkontribusi. Seandainya ada yang bisa membuatkan program sederhana yang bisa menghitung status gizi seperti Ms. Excel itu dan disertai dengan register penderitanya tentu akan lebih kereeen. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  </font></em></p>
<h4><font color="#800000">PEMASARAN GERAKAN PENGENTASAN GIZI BURUK (IBGB 2015)</font></h4>
<p>Intinya mengubah pembicaraan menjadi keprihatinan dan upaya penanggulangan Gizi Buruk.</p>
<ul>
<li>Cause ini di link di blog masing masing. </li>
<li>Membuat poster tentang gizi yang cukup itu bagaimana, lalu dikirimkan digital filenya kesemua anggota cause ini. kita sebarkan bersama melaui email, juga bisa di print lalu dipasang ditempat umum. Bisa juga dibagikan ditempat2 umum, di arisan, di reuni, dst. </li>
<li>Sejalan dengan ini, bisa dibuat semacam berita bulanan yang membahas tentang gizi, jangan lupa ada kolom untuk anak2. Bikin slogan2 semacam yang terkenal: <em>4 sehat 5 sempurna</em>. Dibuat sesederhana mungkin, dan tidak perlu dipikirkan kalau tidak sempurna, yang penting selalu ada &quot;message&quot;-nya. </li>
<li>Mengundang teman2 untuk join cause ini supaya kita makin banyak tenaga dalam penyebaran informasi dan pengumpulan data. </li>
<li>Bikin berita pendek yang bisa dikirim melalui SMS tentang situasi Gizi buruk, sebutkan juga cause ini. Lalu kita sebarkan ramai2. Sekali sebulan saya rasa cukup.      </li>
</ul>
<p style="border-right:gray 0 solid;border-top:gray 2px solid;border-left:gray 0 solid;border-bottom:gray 2px solid;background-color:#ffffff;margin:1ex;padding:1ex;" align="justify"><img title="PhotoFunia-1931a" style="display:inline;border-width:0;margin:0 0 0 10px;" height="201" alt="PhotoFunia-1931a" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/photofunia1931a.jpg?w=200&#038;h=201" width="200" align="right" border="0" /><em>Yang ingin <strong>menampilkan gambar logo IBGB 2015 </strong>ini saya sediakan link ke daftar tulisan tentang gizi buruk di blog ini, sedangkan untuk anda yang <strong>Facebooker</strong> saya sediakan <strong>link ke Cause</strong>. Mohon mengganti angka lebar (width) sesuai dengan lebar sidebar masing.       <br />Untuk anda designer : <strong>poster .. poster .. ayo tolong bikin poster ..</strong>       <br />Slogan dan SMS juga mohon masukan dari teman-teman semua. Untuk facebooker tentu saja Cause tolong disebarkan lebih banyak. Setiap hari kita diberikan kesempatan untuk mengundang 60 contact. Banyak terimakasih.</em></p>
<p><strong>Link ke Blog</strong></p>
<p><font size="1">&lt;a href=”http://draguscn.wordpress.com/clinics/#giziburuk”&gt;&lt;img src=”http://draguscn. files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015.jpg” width=”200”&gt;&lt;/a&gt;</font></p>
<p><strong>Link ke Cause</strong></p>
<p><font size="1">&lt;a href=”http://www.causes.com/giziburuk”&gt;&lt;img src=”http://draguscn.files.wordpress. com/2009/03/ibgb2015.jpg” width=”200”&gt;&lt;/a&gt;</font></p>
</p>
<h4><font color="#800000">MASALAH PENGUMPULAN DANA</font></h4>
<p>Mengenai pengumpulan dana, mungkin kita tidak perlukan secara umum, tapi kasus per kasus, apalagi kalau mau melakukan kegiatan penanggulangan. Kalau bisa hindarkan memakai dana yang sudah disediakan pemerintah atau badan amal lainnya. Akan tetapi kalau sponsor dimana sponsornya menjalankan sesuai program mereka apakah promosi terselubung atau community development program, yah kita terima saja. [<em>kalo ditebengin partai politik?</em>]     <br />Aktif membantu pengumpulan dana bagi badan2 yang menangani perbaikan gizi. kita &quot;audit&quot; pemakaian dananya. paling tidak mereka beritahu kita kegiatan mereka yang memakai dana yang kita bantu kumpulkan.     </p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /> </p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/1693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/1693/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1693&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/05/usul-brilian-dari-angola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://profile.ak.facebook.com/v228/900/101/n1142266537_4226.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/photofunia18466.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PhotoFunia-18466</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/photofunia1931a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PhotoFunia-1931a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi Gizi Buruk dan Kemiskinan</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-gizi-buruk-dan-kemiskinan/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-gizi-buruk-dan-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 00:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[stimulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-gizi-buruk-dan-kemiskinan/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan berikut adalah dari Razaq Manan Ahmad di Causes Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015 Gizi buruk merupakan ancaman besar, tidak hanya bagi negara kita, tapi juga bagi dunia. Anda pasti sadar, gizi buruk memiliki korelasi yg sangat erat dan saling mempengaruhi dgn kemiskinan. Korelasi kemudian ini, kemudian coba dikonsepkan dan hasilnya keluarlah sebuah konsep yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1647&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Tulisan berikut adalah dari Razaq Manan Ahmad di Causes Indonesia Bebas Gizi Buruk 2015</em></strong></p>
<p style="background-color:#ffffbf;border-color:red;border-style:dashed;padding:2ex 5ex;"><img title="Razaq" style="display:inline;margin:0 15px 0 0;" height="296" alt="plurker04" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/plurker041.jpg?w=146&#038;h=296" width="146" align="left" border="0" /> Gizi buruk merupakan ancaman besar, tidak hanya bagi negara kita, tapi juga bagi dunia. Anda pasti sadar, gizi buruk memiliki korelasi yg sangat erat dan saling mempengaruhi dgn kemiskinan. Korelasi kemudian ini, kemudian coba dikonsepkan dan hasilnya keluarlah sebuah konsep yang dinamakan <strong>Cycle of Poverty (Lingkaran Kemiskinan)</strong>.     <br />Dalam konsep tersebut, hanya ada 2 variabel ; yakni <strong>poverty</strong> (<em>kemiskinan</em>) dan <strong>malnutrition</strong> (<em>gizi buruk</em>). Dan bagi banyak pihak, untuk menghancurkan kelangsungan &quot;Cycle of Poverty&quot; tersebut, kunci utamanya adalah dengan mengatasi permasalahan malnutrisi di tingkat balita dan anak-anak.     <br />Balita dan anak-anak adalah masa depan bangsa. Generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah kita meletakkan masa depan bangsa ini. Apa jadinya bangsa ini bila balitanya menderita malnutrisi????     <br />Jika seorang balita ato anak2 menderita malnutrisi, maka dapat diprediksi IQ nya akan lebih rendah, kemampuan belajarnya rendah, kecerdasannya rendah, dan kesehatannya pun rendah. Hal-hal demikian ini, bila dibiarkan akan semakin membuat bangsa ini semakin miskin. Karena, balita dan anak penderita malnutrisi ini, bila tidak ditangani secara cepat dan tepat, di masa dewasanya ia akan menjadi dewasa dengan tingkat produktivitas yg rendah dan tingkat kesehatan yg rendah. Dengan tingkat produktivitas dan kesehatan yg rendah itu, maka dapat dipastikan ia akan memperoleh penghasilan yg rendah itu. Penghasilan yg rendah akan semakin menjerumuskannya pada kemiskinan.     <br />Kemudian apabila dia berkeluarga dan memiliki anak, tentunya penghasilan rendah yg didapatnya tak akan mampu membelikan makanan yg cukup nutrisi bagi keluarganya. Ini tentunya akan membuat anak-anaknya menjadi penderita malnutrisi pula.     <br />Dan hal ini akan terus berlanjut sampe kapanpun bila kita tidak segera melakukan intevensi nutrisi untuk menanggulangi malnutrisi tersebut.&#160; So, jika sebuah bangsa ingin membebaskan rakyatnya dari kemiskinan, maka bebaskan rakyatnya dulu dari permasalahan malnutrisi.     </p>
<p><span id="more-1647"></span></p>
</p>
<p><img title="Cycle Of Poverty" style="display:inline;border-width:0;margin:0 5px 0 0;" height="252" alt="Cycle Of Poverty" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/cycle-of-poverty.jpg?w=261&#038;h=252" width="261" align="left" border="0" />Menarik apa yang dikemukakan Razaq .. memang harus diakui bahwa yang namanya kemiskinan lekat dengan kompetensi sumberdaya manusianya sebaliknya kompetensi bagaimana mau berkembang kalo membiayai makan saja sudah kesulitan.     <br />Menurut saya ini bukan lingkaran tunggal .. bagaimanapun kelak pendidikan, pengembangan kemandirian, pertanian, ketahanan pangan, bahkan penegakan hukum (dalam kasus-kasus KDRT) akan punya lingkaran yang terkait .. </p>
<p>Tugas kami sebagai tenaga kesehatan sebenarnya selain menjaga kemungkinan kasus gizi buruk dan kesakitan pada usia ini yang terus merongrong balita kita adalah juga memastikan bahwa anak yang memasuki usia sekolah dihantarkan sampai pada potensiya yang maksimal. Itulah sebabnya di dalam usia balita dan anak usia pra sekolah (APRAS) ada yang dinamakan program pemantauan tumbuh kembang anak. Ini adalah proses yang dijalani anak dan orangtua untuk menjamin optimalisasinya.</p>
<h3>Kenapa ini harus dilakukan? </h3>
<p>Karena proses berkembangnya otak manusia mengikuti hal berikut, 30% berkembang di dalam rahim, dan pada usia 6 tahun dia akan mencapai 95% volume otak dewasa. Bila kita memberikan support untuk otak ini setelah usia 6 tahun kita hanya memberikan dukungan perkembangan otak ini sebanyak 5% sampai perkembangannya maksimal di usia dewasa. Tapi bila kita memperhatikan yang 95% itu dengan lebih baik maka kita akan mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan otak anak yang optimal. </p>
<h3>Bagaimana cara melakukannya ? </h3>
<p>Dua hal yang dilakukan otak untuk menjadi optimal adalah tumbuh dan berkembang. Untuk tumbuh otak memerlukan zat gizi &#8211; tidak kekurangan paling tidak; kalaupun tidak diberikan yang mendukung proses pertumbuhan lebih baik. Itulah sebabnya saat ini banyak makanan difortifikasi dengan DHA, AA, EPA dll. Meskipun kita juga tetap bisa mendapatkannya dengan cara yang alami. </p>
<p>Untuk berkembang otak memerlukan stimulasi. Rangsangan. Cara mudah memahaminya begini .. otak mengatur gerakan sederhana seperti memegang kelereng. Bayi &#8211; baduta yang sering melatih jari-jarinya memegang benda sebesar kelereng akan lebih mahir daripada yang tidak dilatih. Dan ini tidak saja berlaku pada gerakan halus tadi tapi juga terhadap gerak kasar seperti berdiri, duduk dan berjalan, meloncat dll. Juga terhadap kemampuan bicara dan bahasa. Yang diajak aktif berbicara pasti akan lebih berpotensi kemampuan bicara dan bahasanya lebih baik. Juga terhadap kemandirian dan sosialisasi. Bayi &#8211; baduta &#8211; batita &#8211; balita yang punya teman bermain pasti akan lebih cerdas daripada yang dibiarkan telantar sendirian. Got it? Karena itu dalam proses stimulasi ada 4 faktor yang harus diperhatikan gerak kasar &#8211; gerak halus &#8211; bicara &amp; bahasa serta kemandirian &amp; sosialisasi </p>
<h3>Kenapa otak yang harus kita perhatikan? </h3>
<p><img style="display:inline;margin-left:0;margin-right:0;border-width:0;" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/02/tumbang.jpg?w=645" align="left" /> Ini disebabkan karena pada organ otaklah tersimpan potensi yang memungkinkan kita menjadi makhluk yang cerdas-mandiri atau terus bodoh dan tergantung pada lingkungan sekitar kita. Ya itu sudah diciptakan begitu dari sononya .. Jadi kalo ada yang bicara wah sudah ditakdirkan pintar itu sangat menggelikan. Allah memberikan kemampuan memilih hanya kepada manusia dan dia pasti tidak akan mendzalimi hak manusia ini. Kalau dikatakan bahwa segala sesuatu ditakdirkan, saya percaya itu diberikanNya dalam kondisi yang dinamis sebagai mana otak manusia. Jika kita memilih memberikan makanan dan memberikan stimulasi yang cukup adekuat pada anak maka otaknya akan tumbuh berkembang dengan baik. Begitu pula sebaliknya Dan itu akan memberikan kecerdasan yang kelak akan memudahkannya menyerap ilmu pengetahuan di bangku sekolah.     <br />Itulah sebabnya masa perkembangan otak dari mulai dalam perut ibu sampai dengan usia 6 tahun ini disebut GOLDEN PERIOD.</p>
<p>Nah masihkah kita akan membiarkan balita kita tidak berkembang optimal?</p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /> </p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<p><strong>Related Posts</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-penanganan-gizi-buruk/" target="_blank">Diskusi Penanganan Gizi Buruk</a> </li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/11/02/alat-hitung-status-gizi-balita/" target="_blank">Alat Hitung Status Gizi</a> </li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/10/17/ide-dasar-88-aksi-melawan-kemiskinan/" target="_blank">Ide Dasar Melawan Kemiskinan</a> </li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/08/28/materi-profesor/" target="_blank">Prof. Sinto bercerita ..</a> </li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/1647/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/1647/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1647&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-gizi-buruk-dan-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/plurker041.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Razaq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/cycle-of-poverty.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cycle Of Poverty</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/02/tumbang.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi Penanganan Gizi Buruk</title>
		<link>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-penanganan-gizi-buruk/</link>
		<comments>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-penanganan-gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 22:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>draguscn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://draguscn.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-penanganan-gizi-buruk/</guid>
		<description><![CDATA[Pemaparan berikut diambilkan dari Diskusi Tatalaksana Balita Gizi Buruk Bagi Petugas Puskemas Propinsi Jawa Timur di Sidoarjo 13 – 14 November 2008. Perlu dimaklumi bahwa fakta di lapangan menyatakan anak yang kemudian menderita gizi buruk sebenarnya kebanyakan dilahirkan dengan berat badan normal. Tidak sama dengan perkiraan sebagian besar orang bahwa balita gizi buruk kebanyakan dilahirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1642&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="IBGB2015-kecil" style="display:inline;border-width:0;margin:0 10px 0 0;" height="152" alt="IBGB2015-kecil" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015kecil.jpg?w=165&#038;h=152" width="165" align="left" border="0" />Pemaparan berikut diambilkan dari <strong>Diskusi Tatalaksana Balita Gizi Buruk Bagi Petugas Puskemas Propinsi Jawa Timur </strong>di Sidoarjo 13 – 14 November 2008.</p>
<p>Perlu dimaklumi bahwa fakta di lapangan menyatakan anak yang kemudian menderita gizi buruk sebenarnya kebanyakan <strong>dilahirkan dengan berat badan normal</strong>. Tidak sama dengan perkiraan sebagian besar orang bahwa balita gizi buruk kebanyakan dilahirkan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).</p>
<p>Seorang anak yang gizi buruk juga pada umumnya <strong>bukan pengunjung tetap posyandu</strong>. Ketidakhadiran di Posyandu karena adanya <strong>Hambatan Sosial</strong>. Misalnya perasaan risih ke posyandu, kedua orangtua bekerja dan beberapa masalah serupa itu.</p>
<p>Di sebagian besar masalah gizi buruk, penderita hanya akan <strong>“muncul” di pelayanan kesehatan </strong>pada saat menderita <strong>ISPA</strong> (batuk pilek) atau <strong>Diare.</strong> Dan untuk menemukan balita yang tidak dibawa ke Posyandu sangat memerlukan <strong>kunjungan rumah</strong>. <span id="more-1642"></span></p>
<h4>Langkah Menurunkan Kejadian Gizi Buruk</h4>
<p>Sebagaimana dalam penanggulangan berbagai masalah-masalah kesehatan maka langkah-langkah yang dilakukan dalam menurunkan kejadian gizi buruk juga terdiri dari :</p>
<ul>
<li>Mencegah kejadian kasus gizi buruk </li>
<li>Menemukan semua kasus gizi buruk </li>
<li>Memulihkan semua kasus gizi buruk </li>
</ul>
<p><strong>Mencegah Kejadian Kasus Gizi Buruk</strong></p>
<p><img title="indonesia_health_gathering" style="display:inline;margin:0 10px 0 0;" height="245" alt="indonesia_health_gathering" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/indonesia-health-gathering.jpg?w=184&#038;h=245" width="184" align="left" border="0" /> Selama ini pemantauan pertumbuhan terhadap balita dilakukan di <strong>posyandu</strong>. Karenanya diperlukan upaya untuk meningkatkan kunjungan ke posyandu. Diperlukan berbagai cara untuk menghidupkan kembali kegiatan posyandu. Terutama daerah perkotaan, sehingga masyarakat kelas menengah atas mau berkunjung ke posyandu (modern). </p>
<p>KMS (Kartu Menuju Sehat) adalah alat pantau pertumbuhan yang sudah cukup baik, dari sini&#160; diperlukan <strong>kesamaan pemahaman pola tumbuh balita</strong>. Sebagaimana diketahui, dengan menggunakan KMS, kita bisa membedakan 5 pola tumbuh yaitu <strong>N1</strong> dan <strong>N2</strong> yang diharapkan, <strong>T1, T2 </strong>dan <strong>T3 </strong>yang berupa gangguan. Kelak saya akan cerita tentang ini, <a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/11/02/alat-hitung-status-gizi-balita/">sementara kita bicarakan alatnya dulu</a>. Kemudian setelah mengenali T, bisa diberikan tindak lanjut terhadap penyimpangan dini pertumbuhan (T) dengan pengobatan dan pemberian makanan dan minuman sehat.</p>
<p><strong>Menemukan Semua Kasus Gizi Buruk</strong></p>
<p>Diperlukan <strong>usaha bersama antara pemda dan masyarakat </strong>(itu kita, lho!) untuk menemukan semua kasus gizi buruk. Yang terpenting adalah dengan menggunakan <strong>kriteria yang sama </strong>apa yang disebut gizi buruk. Dan sarana yang digunakan adalah <strong>semua yang bisa digunakan (semua perkumpulan, pengajian, arisan, pelayanan kesehatan, posyandu &amp; kunjungan rumah)</strong>. Inilah yang sedang kita lakukan sekarang melakukan penyamaan kriteria tentang apa itu gizi buruk. </p>
<p><strong>Memulihkan Semua Kasus Gizi Buruk</strong></p>
<p>Disini peran Pelayanan Kesehatan (RS, Puskesmas) jadi lebih nyata. Di beberapa daerah yang sudah mencoba petunjuk teknis yang diterbitkan Depkes tahun 2007 lalu biasanya terdapat yang dinamakan : <strong>TFC (Therapeutic Feeding Center) </strong>dan<strong> CTC (Community-based Therapeutic Center)</strong>. <strong>TFC </strong>bertugas menangani secara medis-klinis menangani kasus gizi buruk dengan 10 langkah penanganan Kasus Gizi Buruk di Unit Pelayanan Kesehatan. Sedangkan di <strong>CTC</strong> dilakukan penyembuhan kasus Gizi Kurang, biasanya setelah pulang dari TFC.</p>
<p>Di CTC inilah yang diperlukan pendekatan berbagai unsur masyarakat untuk bersama menanggulangi secara tuntas kasus gizi buruk ini. Beberapa yang menjadi kegiatan di CTC antara lain adalah :</p>
<ul>
<li>Pemberian makanan tambahan untuk kasus gizi kurang </li>
<li>Penyuluhan membuat makanan lokal yang padat gizi </li>
<li>Pemberian suplemen seperti vitamin A, Fe dll </li>
<li>Dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bisa digunakan untuk sharing informasi bagaimana memberikan penanganan yang terbaik, baik nutrisi maupun stimulasi tumbuh kembang anak. </li>
</ul>
<p><img title="Untitled" style="display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;border-width:0;" height="317" alt="Untitled" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/untitled.jpg?w=417&#038;h=317" width="417" border="0" /> </p>
<p><strong>Mengapa terjadi gangguan pertumbuhan balita ?</strong></p>
<p>Pada usia kurang dari 6 bulan sebagian besar bayi (&gt; 80% ) masih disusui ibu. Dengan menetek, anak mendapatkan gizi yang seimbang dan zat kebal dari ASI karena itu anak menjadi jarang sakit, pertumbuhan anak masih baik.</p>
<p>Pada usia 6 – 12 bulan sebagian bayi sudah mulai disapih, ibu bekerja sudah mulai masuk kantor, perlindungan zat kebal dari ASI mulai berkurang. Sementara itu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) memenuhi syarat-syarat 3J-1H (Jenis, Jumlah, Jadwal dan Higienis). Sehingga anak akhirnya jadi lebih mudah jatuh sakit. Pertumbuhan mulai terganggu.</p>
<p>Seterusnya diatas usia 12 bulan anak sudah tidak diberikan ASI sehingga perlindungan zat kebal dari ASI sudah tidak ada, apalagi bila dibarengi dengan MP-ASI tidak memenuhi syarat 3J-1H. Dan anak sekarang lebih mudah terpapar dengan lingkungan sekitar, bila lingkungannya kurang sehat maka anak akan lebih sering sakit dan pertumbuhan anak akan lebih jauh terganggu.</p>
<p><strong>GIZI BURUK</strong></p>
<p>Kriteria yang dinamakan Gizi Buruk bila ditemukan <em><u>anak sangat kurus yang secara antropometri (pengukuran BB dan TB anak) nilai z-Scorenya berada pada –3 SD</u></em> (<strong>WHO 1998</strong>). Susah ya .. biasanya memang ini tugas yang kami lakukan di Puskesmas. Namun demikian saya sudah mencoba menyusun sebuah perhitungan dengan menggunakan Ms Excel yang bisa digunakan untuk menghitung angka tersebut dengan memasukkan <em>Umur</em>, <em>Jenis Kelamin</em>, <em>Berat Badan</em> dan&#160; <em>Tinggi Badan</em>. [<a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/11/02/alat-hitung-status-gizi-balita/" target="_blank">Silahkan Ikuti Link</a>].</p>
<p>Selanjutnya nanti kita akan juga bicarakan Gizi Buruk dengan sedikit lebih teknis medis. Semoga bisa menambah pengetahuan kita semua.</p>
<p>Bagaimana di lingkungan anda ?</p>
<p><img style="display:inline;border-width:0;" height="48" alt="" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg?w=200&#038;h=48" width="200" /> </p>
<p><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">post ini dibuat dengan </span><a href="http://download.live.com/writer" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">windows live writer</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> ® yg dapat anda temukan di blog </span><a title="Pieces Of Mind" href="http://draguscn.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pom</span></a><span style="font-family:&#039;"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Hari Kesehatan Nasional 44" href="http://hkn44.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">hkn</span></a><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;"> | </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://idiprobolinggo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">idi</span></a> <span style="font-size:xx-smal l;font-family:arial;">| </span><a title="Ikatan Dokter Indonesia Cabang Probolinggo" href="http://puskesmasdotinfo.wordpress.com" target="_blank"><span style="font-size:xx-small;font-family:arial;">pkm</span></a> </span></p>
<p><strong>Related Posts</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-gizi-buruk-dan-kemiskinan/" target="_blank">Diskusi Gizi Buruk dan Kemiskinan</a></li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/11/02/alat-hitung-status-gizi-balita/" target="_blank">Alat Hitung Status Gizi</a></li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/10/17/ide-dasar-88-aksi-melawan-kemiskinan/" target="_blank">Ide Dasar Melawan Kemiskinan</a></li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/08/28/materi-profesor/" target="_blank">Prof. Sinto bercerita ..</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/giziburuk.wordpress.com/1642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/giziburuk.wordpress.com/1642/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=giziburuk.wordpress.com&amp;blog=10555279&amp;post=1642&amp;subd=giziburuk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziburuk.wordpress.com/2009/03/04/diskusi-penanganan-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3082975239246e431b2edee50d16373?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">draguscn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/ibgb2015kecil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IBGB2015-kecil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/indonesia-health-gathering.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indonesia_health_gathering</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2009/03/untitled.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/10/signature3.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
